Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menyatakan, mulai melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan pekan depan
“Untuk pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).
Meski pembongkaran tiang monorel dilakukan, Pramono memastikan tidak akan dilakukan penutupan jalan. “Dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan (jalan),” kata Pramono.
Lebih lanjut Pramono menegaskan, pembongkaran tiang monorel dilakukan sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Ini lantaran Adhi Karya tidak memberikan jawaban atas surat yang diberikan oleh Pemerintah Jakarta.
“Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri. Dan, nanti akan kami taruh di mana, tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Pramono mengatakan pihaknya telah menyurati Adhi Karya pada November lalu. Pemerintah Jakarta pun memberikan jangka waktu satu bulan kepada Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran tiang monorel tersebut.
“Sesuai dengan surat dari Kajati Jakarta, kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami beri waktu satu bulan," kata Pramono.
Pramono menyebut, waktu satu bulan terhitung sejak surat tersebut diterima oleh Adhi Karya. Jika hingga tenggat waktu tersebut Adhi Karya tidak juga melakukan pembongkaran, Pramono menegaskan, Pemprov DKI yang akan turun tangan membongkar sendiri tiang monorel tersebut.
Pramono bahkan menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk pembongkaran tiang itu. Lebih lanjut, Pramono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan rencana lanjutan setelah tiang-tiang monorel dibongkar.
Lahan bekas tiang mangkrak tersebut, akan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan dan pembangunan jalur pedestrian di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Sikap Adhi Karya
Sebelumnya, akhir Juli 2025 lalu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyatakan, pihaknya dalam tahap menunggu keputusan Kejaksaan Tinggi (Kejati), terkait siapa yang nantinya akan membereskan tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. BUMN karya tersebut mengaku Pemprov DKI Jakarta juga telah berkirim surat kepada Kejati terkait keputusan tersebut.
"Belum (mengetahui siapa pihak yang akan membereskan tiang-tiang monorel). Kami menunggu dari Pemprov yang telah menindaklanjuti ke Kejati," jelas Corporate Secretary Adhi Karya Rozi Sparta kala itu.
Lebih lanjut, Rozi membenarkan, mereka telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk membahas nasib proyek transportasi yang mangkrak sejak bertahun-tahun lalu itu. Rozi juga mengatakan, pihaknya sangat mendukung Pemprov Jakarta, dan dia mengaku pihak Pemprov sendiri memahami posisi ADHI. "Dari Manajemen ADHI telah bertemu dengan Pak Gubernur. Adapun pembahasan tersebut terkait monorel," kata Rozi.
Dimulai 2004
Sekadar mengingatkan, proyek pembangunan monorel di Jakarta dimulai pada tahun 2004, ketika Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan proyek ini. Konsorsium PT Jakarta Monorail dan Omnico Singapura dipercaya sebagai pelaksana proyek.
Proyek ini awalnya direncanakan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dengan menyediakan transportasi massal yang modern dan efisien. Pembangunan monorel ini dimulai dengan pembangunan tiang-tiang pancang di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Namun, proyek ini segera terhenti pada tahun 2005 karena kendala pendanaan. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, berusaha melanjutkan proyek ini dengan bantuan dana dari Dubai Islamic Bank, tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak permintaan jaminan pemerintah untuk proyek ini .
Pada tahun 2007, proyek monorel resmi dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo. Upaya untuk menghidupkan kembali proyek ini muncul pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo, dengan nama baru Jakarta Eco Transport (JET).
Namun, inisiatif ini kembali dihentikan pada tahun 2015 oleh penggantinya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), karena ketidakmampuan kontraktor memenuhi 15 syarat yang ditetapkan Pemprov DKI Saat ini, 90 tiang beton monorel masih berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, menjadi simbol kegagalan proyek infrastruktur di Jakarta.
Tinggalkan Komentar
Komentar