periskop.id - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan, mayoritas pemilih dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) dipilih oleh DPRD.

Peneliti sekaligus Direktur LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan, sebanyak 67,1% responden pemilih Prabowo Subianto menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali, terhadap pertanyaan "apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana pilkada tidak langsung (dipilih oleh DPRD)?". Sementara itu, sebanyak 29,9% setuju dan 3% tidak tahu.

“Pemilih Pak Prabowo, ini pemilih-pemilihnya yang lama 61,1% menyatakan tidak setuju (pilkada oleh DPRD),” kata Ardian, di Kantor LSI, Rabu (7/1).

Selain pemilih Prabowo, Ardian mengatakan, seluruh pemilih dalam Pilpres 2024 pun menolak pilkada dipilih DPRD, yaitu pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

“Pemilih Pak Anies Baswedan 60,9%. Kemudian, pemilih Pak Ganjar, ini paling tinggi 77,5% menolak (pilkada oleh DPRD),“ ungkap dia.

LSI juga merincikan data pemilih Anies dan Ganjar untuk kategori setuju dan tidak tahu.

Untuk pendukung Anies, sebanyak 34,8% setuju pilkada dipilih oleh DPRD. Namun, sebanyak 4,3% tidak mengetahuinya.

Sementara itu, untuk pemilih Ganjar, sebanyak 22,2% setuju pilkada dipilih oleh DPRD. Namun, sebanyak 0,3% pemilih Ganjar tidak mengetahuinya.

Ardian menyoroti, meskipun berasal dari pendukung presiden Pemilu 2024 yang beragam, mayoritas orang menolak wacana tersebut.

"Siapapun pilihan capresnya, mayoritas menolak pilkada lewat DPRD," ucap dia.

Ardian menyampaikan, mayoritas responden menolak pilkada dipilih oleh DPRD karena sejak 2005 hampir seluruh pemilih aktif hari ini, tumbuh dalam kultur pemilu langsung. Bahkan, sebagiannya tidak pernah merasakan pemilihan melalui lembaga perwakilan.

Publik menilai, pemilihan langsung adalah satu-satunya cara yang wajar memilih kepala daerah, bukan melalui pilihan atau lobi elit.