Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan penambahan sebanyak 10.000 unit armada bus TransJakarta hingga 2029. keseluruhan armada tersebut merupakan bus listrik.
“Pasti, pasti (ditambah armadanya). Bahkan, target saya di tahun 2029, sebanyak 10.000 bus TransJakarta,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Utara, Kamis (5/2).
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengupayakan agar pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun, tidak mengganggu target penggunaan bus listrik Transjakarta sebanyak 50% pada 2027.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan menegaskan, target pada 2030 sendiri mencapai sebanyak 10.047 unit bus Listrik. Sedangkan pada 2027 sebanyak 50% dari target 2030.
"Penyediaan infrastruktur dan yang lainnya itu menjadi tantangan kami untuk mewujudkan transportasi Jakarta yang aman, ramah lingkungan," tutur Ujang.
Seperti diketahui, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menargetkan penambahan 200 unit bus listrik hingga akhir 2025, sehingga total armada bus listrik mencapai 500 unit. Dari 200 unit bus tambahan tersebut, 120 unit di antaranya sudah beroperasi, sementara 80 unit lainnya masih dalam proses.
Rute-rute yang dilalui bus listrik, yakni 1A (Pantai Maju-Balai Kota), 1W (Blok M-Ancol), 4 (Pulo Gadung-Galunggung), 4K (Pulo Gadung-Kejaksaan Agung) dan 5 (Kampung Melayu-Ancol).
Kemudian, ada pula rute 5C (Cililitan-Juanda), 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi), 6H (Senen-Lebak Bulus), 6M (Stasiun Manggarai-Blol M), 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) serta 10C (Tanjung Priok-PGC).
Waktu Tunggu
Pramono Anung menilai, semakin banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum membuat waktu tunggu Transjakarta cukup lama. Selain itu, dia juga menyebutkan lamanya waktu tunggu Transjakarta itu disebabkan cuaca hujan yang mengakibatkan kondisi jalan semakin padat.
“Kenapa kemudian sekarang ini banyak keluhan mengenai nunggunya lama? Yang pertama, harus diakui karena musim hujan, sering kali menunggu cukup lama. Yang kedua, orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat,” kata Pramono.
Menurut dia, kenaikan jumlah penumpang tersebut berkat kebijakan 15 golongan yang digratiskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, jumlah penumpang TransJakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta naik atau meningkat secara tahunan, yakni masing-masing sebesar 13,04%, 13,00% dan 17,89% pada Januari 2026.
Sedangkan secara bulanan, jumlah penumpang TransJakarta turun sekitar 0,81% dibandingkan November 2025. Begitu juga dengan jumlah penumpang MRT Jakarta yang turun 0,10%.
Dari ketiga moda transportasi umum tersebut, jumlah penumpang terbanyak pada Desember 2025, yakni Transjakarta sebanyak 37,46 juta orang. Diikuti MRT Jakarta sekitar 4,06 juta orang dan LRT Jakarta 119.320 orang.
Sepanjang 2025, TransJakarta sudah mengangkut hingga 414,35 juta penumpang, diikuti MRT Jakarta 45,48 juta penumpang dan LRT Jakarta 1,28 juta penumpang.
Terkait jumlah bus yang beroperasi, khusus Transjakarta, tercatat sebanyak 4.869 unit. Sejalan dengan jumlah penumpang, jumlah bus yang beroperasi juga mengalami penurunan secara bulanan 4,02%, namun meningkat secara tahunan hingga mencapai 8,66%.
Sementara untuk jumlah perjalanan MRT Jakarta pada Desember 2025, sebanyak 8.215 perjalanan atau naik 4,2% dibandingkan November 2025, dan naik sebesar 0,81% dibandingkan Desember 2024.
Kemudian untuk LRT Jakarta, jumlah perjalanan pada Desember 2025 mencapai 6.362 perjalanan atau meningkat sebesar 3,95% dibandingkan November 2025, dan meningkat 0,03% dibandingkan Desember 2024.
Rute Baru
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 20 unit bus untuk rute baru TransJabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta. “Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20 unit. Dengan demikian, setiap 5, maksimum 10, menit itu selalu ada,” kata Pramono.
Selain itu, dia mengatakan, sampai dengan saat ini, belum ada keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek. Untuk Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta, diberlakukan tarif normal, yakni Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.
Pramono meyakini, rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta banyak diminati masyarakat, karena efisien dari segi ongkos maupun waktu perjalanan.
“Pasti orang akan menggunakan itu. Gimana dari Soekarno Hatta sampai Blok M cuma bayar Rp3.500, mobilnya bagus. Siapa yang nggak mau? Pasti mau,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan waktu perjalanan akan lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi lain menuju bandara. Ini karena Transjabodetabek nantinya menggunakan jalur khusus.
Dengan demikian, kata dia, kehadiran Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta secara signifikan akan mengurangi kemacetan di Jakarta maupun di kawasan Banten. Rute baru Transjabodetabek itu dijadwalkan resmi diluncurkan pada pekan depan, namun Pramono belum dapat merinci tanggal pastinya.
Tinggalkan Komentar
Komentar