Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan, pihaknya akan melanjutkan program pemasangan CCTV yang sempat dijanjikannya saat masih berkampanye sebagai calon pemimpin ibu kota.

“Ternyata untuk CCTV bukan sesuatu yang susah, karena sekarang dengan teknologi yang ada, kita bisa mengoneksikan CCTV yang dimiliki oleh kantor-kantor dan sebagainya. Sehingga program itu akan kami lanjutkan,” kata Pramono usai acara Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2). 

Pramono berharap dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama untuk sarana transportasi. Sebelumnya, saat masih masa kampanye, Pramono menyatakan keinginannya bila terpilih ingin agar semua RT dan RW di Jakarta, mempunyai kamera pengawas (CCTV) demi mengurangi tingkat kerawanan dan kriminalitas.

Merujuk hasil kajian tahun 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta idealnya membutuhkan CCTV sebanyak 70 ribu titik. Hingga pertengahan tahun 2024, layanan CCTV oleh Pemprov DKI Jakarta terealisasi di 747 titik. 

Penyebarannya yakni, Jakarta Pusat sebanyak 180 titik, Jakarta Barat 160 titik dan Jakarta Utara 75 titik. Kemudian Jakarta Timur 160 titik, dan Jakarta Selatan sebanyak 172 titik. 

Pramono meyakini, program ini dapat menekan kasus narkoba serta mencegah tawuran di ibu kota. Pramono juga pernah menyatakan siap mengganti CCTV di wilayah Jakarta yang hilang atau rusak.

Beberapa waktu lalu, Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta Gubernur DKI Pramono Anung untuk mengevaluasi janji-janji populis pada saat kampanye. Di antaranya soal pemasangan CCTV di seluruh RT-RW dan sarapan gratis batal dilaksanakan.

"Tidak usah sungkan apalagi malu. Disesuaikan saja kalau memang tidak mungkin dilaksanakan. Janganlah memaksakan diri," kata Lukman. 

Menurut dia, janji populis pada saat kampanye Pilkada Jakarta 2024 yang sudah dibatalkan ada dua, yaitu pemasangan CCTV di seluruh RT-RW di wilayah DKI Jakarta dan Program Sarapan Gratis.