Periskop.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, mengintensifkan patroli di jalan layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja atau flyover Pasupati. Hal ini dilakukan guna mencegah aksi bunuh diri yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, patroli oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dilakukan sejak sepekan terakhir di kawasan flyoverPasupati

“Sejak minggu lalu kami mengintensifkan patroli di seputaran itu (flyover Pasupati). Ternyata tingkat bunuh diri di Kota Bandung sudah mengkhawatirkan,” ujar Farhan di Bandung, dikutip Kamis (5/3). 

Ia mencontohkan, dalam patroli baru-baru ini saja, petugas berhasil mencegah dua orang yang diduga hendak melakukan bunuh diri. Menurut Farhan, patroli dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan, tidak hanya di flyover tetapi juga di lokasi lain yang berpotensi terjadi tindakan serupa.

“Sangat intensif. Untuk beberapa sekolah, saya minta sekolah dan kampus juga menjaga keamanan gedung-gedung tingginya. Pernah ada satu kasus seorang mahasiswi menjatuhkan diri dari gedung bertingkat tinggi,” katanya.

Selain itu pihaknya juga meminta pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi peristiwa serupa. “Pertokoan-pertokoan pun akan kami pastikan patroli, jangan sampai ada lagi yang bunuh diri di pertokoan,” ujar Farhan.

Terjun dari Flyover
Sekadar mengingatkan, Selasa (10/2) lalu, seorang pelajar berinisial MR dilaporkan meninggal dunia setelah terjun dari atas flyover Pasupati atau Jalan Layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung. Kapolsek Bandung Wetan AKP Bagus Yudo mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.30 WIB.

“Untuk sementara identitas korban masih kami dalami. Statusnya pelajar, usianya 17 tahun, berasal dari Cimahi berjenis kelamin laki-laki” kata Bagus.

Ia menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, korban sempat memarkirkan sepeda motor di atas flyover sebelum akhirnya melompat ke bawah. “Saksi melihat korban memarkirkan motor lalu langsung meloncat dari jembatan Pasupati. Ada yang mencoba menahan, tetapi tidak sempat karena korban langsung jatuh,” ujarnya.

Menurut dia, ketinggian flyover di lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 40 meter. Hingga kini, motif aksi tersebut masih dalam penyelidikan.
Gangguan Kesehatan Mental
Sebelumnya, Farhan menyebut sekitar 75 ribu pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota itu, terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Angka itu didapat berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan.

“Angkanya 75 ribu. Ini bukan kecil. Tapi kita juga hati-hati menyikapinya,” ujar Wali Kotar Farhan di Bandung, Senin (2/3). 

Ia mengakui persoalan terbesar dalam isu kesehatan mental adalah penyangkalan. Terutama dari orang tua yang merasa anaknya dalam kondisi baik-baik saja dan enggan mengakui kemungkinan adanya masalah.

“Ketika bicara gangguan mental, kita sering lihat ke anak orang lain. Jarang yang refleksi ke diri sendiri, jangan-jangan anak saya,” kata Farhan.

Farhan menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak akan mengumbar data tersebut secara berlebihan. Pendekatan akan dilakukan bertahap agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Ini masuknya pelan-pelan. Tidak pakai kampanye besar-besaran,” ujar Farhan.

Sebagai langkah konkret, lanjutnya, Pemkot Bandung akan menyinkronkan layanan kesehatan mental hingga tingkat puskesmas. Ia mewajibkan seluruh puskesmas nantinya memiliki layanan psikologi klinis.

Farhan mengatakan, asesmen awal kepada awal terhadap siswa akan dilakukan oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) sebelum dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil asesmen Guru BK, lanjut dia, psikolog akan melakukan penilaian lanjutan sesuai tingkat kebutuhan. Tidak semua siswa otomatis menjalani konsultasi klinis, melainkan berdasarkan rekomendasi profesional.

“Psikolog akan memberikan capacity building ke Guru BK. Jadi mereka bisa mendeteksi lebih dini,” tuturnya.

Ia mencontohkan, perubahan perilaku, seperti siswa yang awalnya ceria menjadi pendiam atau siswa berprestasi yang tiba-tiba kehilangan semangat belajar, akan dicatat dan dikaji lebih lanjut.