Periskop.id - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub Jakbar) bersama petugas gabungan menilang 19 unit bus, usai beroperasi menjemput dan menurunkan penumpang di sejumlah terminal bayangan atau terminal tidak resmi.

Kepala Seksi Operasional Sudinhub Jakbar Agus Prasetyo di Jakarta, Selasa (17/3) menyebutkan, tindakan tersebut dilakukan pada terminal bayangan Jalan Outer Ring Road Kapuk, Jalan Latumenten dan Jalan K.H. Mansyur.

"Hasilnya, tim regu satu menindak tujuh unit bus yang terdiri dari dua unit bus milik PT Putri Jaya Sejahtera, dua unit bus PT Anugrah Mas, satu unit bus PT Pelita Baru Prima, satu unit bus PT Sinar Jaya Megahdan satu unit bus PT Karya Transfor," kata Agus

Kemudian pada tim regu dua, lanjut Agus, petugas menindak dua unit bus, masing-masing satu unit bus milik PT Anugrah Mas dan satu unit bus PT Gradi 88.

Sementara tim regu tiga, menindak 10 unit bus, yakni satu unit bus PT Hiba Pratama, satu unit bus PT Santika, satu unit bus PT Harapan Jaya, satu unit bus PT Mayora, dua unit bus PT Anugrah Mas, satu unit bus PT Kramat Jati, satu unit bus PT Semesta Bolo, satu unit bus PT Yoso Artopotro, serta satu unit bus PT Dzakki Buana.

"Dari operasi itu, total 19 unit bus AKAP dikenakan berita acara pemeriksaaan (BAP) tilang oleh petugas," jelasnya. 

Agus menyampaikan, penertiban ini merupakan bagian dari upaya Sudinhub Jakbar dalam menjaga ketertiban lalu lintas, serta menekan keberadaan terminal bayangan yang kerap menimbulkan kemacetan dan membahayakan keselamatan penumpang.

"Ke depannya, pengawasan dan penindakan akan rutin dilakukan, khususnya selama periode Angkutan Lebaran 2026. Itu untuk pastikan seluruh bus menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal resmi," tuturnya.

Hindari Kejahatan
Sebelumnya, Pengelola Terminal Kalideres, Jakarta Barat, mengimbau para pemudik untuk menghindari naik bus di terminal tidak resmi atau terminal bayangan, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

"Risiko kejahatan hingga penipuan di terminal bayangan sangat tinggi dan akan sulit ditindaklanjuti," kata Kepala Terminal Kalideres Nur Prasetyo saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Karena itu, Prasetyo meminta masyarakat yang akan mudik agar naik dan turun dari terminal resmi demi menjaga keamanan dan kenyamanan layanan.

"Kalau di dalam terminal sedikit lebih terjaga keamanannya dan apabila ada tindak kriminal pun lebih mudah melaporkannya dan lebih cepat," katanya. 

Selain itu, kata dia, bus-bus di terminal resmi telah menjalani rangkaian ramp check atau uji laik jalan. Para sopir dan kondektur juga telah mengikuti tes urine dan tes kesehatan sehingga lebih terjamin keamanannya.

"(Imbauan) Juga sudah disampaikan ke PO-PO (Perusahaan Otobus) yang ada di sini," kata dia.

Kota Padang di Sumatera Barat (Sumbar) serta wilayah Sumatera lainnya, untuk sementara menjadi tujuan favorit para pemudik di Terminal Kalideres. "Tujuan favorit hari ini kebanyakan ke arah Padang, ke arah Sumatera semua," pungkasnya.