Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoptimalkan 31 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi.
Langkah tersebut menjadi solusi jangka pendek di tengah timbulan sampah Jakarta yang mencapai sekitar 9.000 ton per hari, sembari menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah dan penguatan fasilitas pengolahan lainnya. Setiap TPS 3R diperkirakan dapat mengurangi pengiriman sampah ke Bantargebang sekitar 25 hingga 50 ton per hari.
"Pemanfaatan TPS 3R secara maksimal. Kalau itu bisa dilakukan, maka mengurangi cukup signifikan jumlah sampah yang harus dikirim ke Bantargebang sampai menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Kamis (30/7).
Apabila seluruh 31 TPS 3R beroperasi pada kemampuan tersebut, secara teoritis sebanyak 775 hingga 1.550 ton sampah per hari dapat ditahan agar tidak langsung masuk ke Bantargebang. Jumlah itu setara sekitar 8,6 hingga 17,2 persen dari total timbulan sampah harian Jakarta. Namun, potensi tersebut bergantung pada kapasitas, kondisi peralatan, pasokan sampah terpilah, dan tingkat pemanfaatan masing-masing fasilitas.
Menteng Atas Dijadikan Model
Salah satu fasilitas yang dijadikan percontohan berada di Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. TPS 3R tersebut menerima sampah dari permukiman serta sektor hotel, restoran, dan kafe dengan volume sekitar 50 ton per hari.
Sampah yang masuk dipilah untuk memisahkan material yang dapat diolah menjadi refuse-derived fuel atau RDF dari residu. Sekitar 20% hingga 30% sampah kemudian diubah menjadi bahan bakar alternatif yang dicampurkan dengan material organik hasil pengomposan dan dikirim ke industri semen.
"RDF yang kapasitasnya bisa sampai dengan 150 ton. Walaupun sekarang ini satu shift-nya baru 30 ton. Saya sudah meminta dikoordinasikan untuk bisa bekerja dua shift minimum. Kalau tiga shift akan menjadi lebih baik," kata Pramono.
Peningkatan jam kerja menjadi dua atau tiga sif diharapkan membuat kapasitas mesin lebih optimal. Selain mengurangi residu, pengolahan RDF juga menjadikan sebagian sampah bernilai guna sebagai bahan bakar pengganti pada proses produksi industri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan sebagian dari 31 TPS 3R yang tersedia belum bekerja sesuai kapasitas desain. Pemerintah berencana menerapkan model kemitraan seperti di Menteng Atas pada fasilitas lain yang memungkinkan.
"Model seperti di Menteng Atas ini yang akan kita lakukan, sehingga desain yang kapasitasnya bisa mencapai 100 ton itu yang kami coba optimalkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga," kata Dudi.
Pemprov DKI sebelumnya juga menyampaikan rencana menghidupkan kembali TPS 3R melalui penambahan peralatan dan kerja sama dengan perusahaan swasta. Langkah tersebut diarahkan agar sampah selesai dipilah dan diolah sedekat mungkin dari sumbernya sebelum residu dibawa ke Bantargebang.
Bantargebang Beralih ke Controlled Landfill
Optimalisasi TPS 3R berjalan beriringan dengan pembenahan sistem pengelolaan di TPST Bantargebang. Mulai 1 Agustus 2026, DKI menerapkan controlled landfill secara bertahap untuk mengurangi praktik pembuangan terbuka atau open dumping.
Dalam sistem tersebut, sampah ditempatkan dan dipadatkan secara lebih teratur, lalu ditutup menggunakan material tertentu untuk menekan bau, risiko kebakaran, air lindi, longsor, dan gangguan lingkungan lainnya.
Berdasarkan peta jalan Dinas Lingkungan Hidup DKI, open dumping masih mencakup 72,56 persen pengelolaan sampah Bantargebang pada kuartal II 2026. Pemerintah menargetkan porsinya turun menjadi 50,34% pada semester kedua, sedangkan sampah yang ditangani melalui fasilitas pengolahan ditingkatkan menjadi 20,28 persen.
Strategi tersebut menunjukkan penanganan sampah Jakarta tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas besar. Keberhasilan mengurangi beban Bantargebang juga ditentukan oleh optimalisasi TPS 3R, pemilahan sampah sejak dari rumah dan kawasan usaha, serta konsistensi kerja sama dengan pengelola swasta.
Tinggalkan Komentar
Komentar