periskop.id - Harga aset kripto teratas masih bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 12.00 WIB, tekanan jual masih membayangi pasar kripto, tercermin dari koreksi harga dalam rentang 24 jam hingga 7 hari terakhir.

Bitcoin (BTC) tercatat turun 1,46% dalam 24 jam terakhir ke level US$87.571,05 atau setara Rp1,47 miliar (asumsi kurs Rp16.772 per dolar AS). Dalam periode 7 hari terakhir, harga Bitcoin telah melemah lebih dalam sebesar 5,49%.

Tekanan juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang mencatat penurunan 2,85% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$2.857,11 atau sekitar Rp47,92 juta. Secara mingguan, Ethereum terkoreksi tajam hingga 11,03%, menjadi salah satu aset utama dengan penurunan terdalam dalam sepekan terakhir.

Di jajaran aset kripto besar lainnya, BNB melemah 1,15% dalam 24 jam ke harga US$870,71 atau sekitar Rp14,60 juta, dengan koreksi 6,06% dalam 7 hari terakhir. XRP turun 1,28% dalam 24 jam dan melemah 4,48% secara mingguan ke level US$1,87 atau setara Rp31.354.

Sementara itu, Solana (SOL) mengalami penurunan paling dalam dalam 24 jam terakhir di antara aset utama, yakni 3,32% ke posisi US$122,38 atau sekitar Rp2,05 juta, dengan koreksi mingguan mencapai 8,45%.

Dogecoin (DOGE)tercatat turun 1,13% dalam 24 jam dan melemah 4,23% dalam sepekan, sedangkan Cardano (ADA) terkoreksi 2,74% dalam 24 jam dan turun 4,62% dalam 7 hari terakhir.

Untuk aset stablecoin, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) relatif stabil dalam 24 jam maupun 7 hari terakhir, masing-masing diperdagangkan di kisaran US$0,9986 dan US$0,9996.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sebesar US$2,96 triliun, turun 1,43% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, indeks Fear & Greed berada di level 29 (Fear), mencerminkan sentimen investor yang masih cenderung berhati-hati terhadap pergerakan pasar kripto dalam jangka pendek.