periskop.id - Harga aset kripto utama bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa 27 Januari 2026. Sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, tercermin dari indeks Fear & Greed yang bertahan di level 29 atau zona Fear.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.00 WIB, Bitcoin (BTC) naik 1,59% dalam 24 jam terakhir ke level US$88.125,85 atau setara Rp1,474 miliar (asumsi kurs Rp16.741,00 per dolar AS). Namun, secara mingguan BTC masih melemah 5,03%, menandakan tekanan jual yang masih terjadi di pasar kripto terbesar ini.
Ethereum (ETH) menguat 3,48% ke posisi US$2.922,11 atau sekitar Rp48,91 juta. Meskipun begitu, ETH masih terkoreksi 8,60% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan BTC dalam sepekan terakhir.
BNB (BNB) juga mencatat kenaikan harian sebesar 1,46% ke harga US$878,06 atau setara Rp14,69 juta. Namun, secara mingguan, BNB masih turun 4,93%, mencerminkan tren koreksi yang dialami sebagian besar aset kripto altcoin utama.
XRP (XRP) menanjak 3,58% ke level US$1,90 atau setara Rp31.808 per koin. Meski demikian, XRP masih terkoreksi 4,34% dalam sepekan terakhir. Sementara itu, Solana (SOL) menjadi aset dengan penguatan harian tertinggi, melonjak 4,32% ke posisi US$123,97 atau sekitar Rp2,075 juta, walaupun masih melemah 7,14% secara mingguan.
Dogecoin (DOGE) naik 2,34% ke US$0,1221 atau sekitar Rp2.044, tetapi mengalami penurunan mingguan 5,38%. Cardano (ADA) mencatat penguatan harian 3,70% ke US$0,3514 atau Rp5.882, meski turun 4,97% dalam tujuh hari terakhir.
Untuk aset stablecoin, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil, masing-masing diperdagangkan di kisaran US$0,9989 dan US$0,9995. Indeks CMC20 berada di level US$184,99, menguat 2,11% secara harian, meski masih mengalami penurunan 5,38% dalam sepekan terakhir.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sebesar US$2,99 triliun, naik 2,3% dalam 24 jam terakhir. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai sekitar Rp50,06 kuadriliun, menunjukkan pergerakan pasar yang mulai membaik meski investor tetap berhati-hati.
Tinggalkan Komentar
Komentar