BI Catat Modal Asing Masuk US$400 Juta
Bank Indonesia mencatat modal asing masuk US$400 juta hingga 21 September 2026, lebih rendah dibanding capaian pertengahan Agustus yang mencapai US$1,8 miliar.

Periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk sebesar US$400 juta pada kuartal III 2026, tepatnya hingga 21 September 2026. Inflows tersebut ditopang penerbitan global bond pemerintah dan aliran masuk ke Surat Berharga Negara (SBN).
Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, capaian net inflows tersebut berasal dari kombinasi penerbitan obligasi global pemerintah dan minat investor terhadap SBN.
"Hingga 21 September 2026, mencatat net inflows sebesar US$400 juta," kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (23/9).
Angka tersebut tercatat lebih rendah dibanding periode hingga 14 Agustus 2026, yang saat itu mencapai US$1,8 miliar. Destry menyebut, penurunan tersebut mencerminkan dinamika arus modal asing yang fluktuatif sepanjang kuartal III 2026.
Selain data aliran modal, Destry juga memaparkan posisi cadangan devisa Indonesia. Per akhir Agustus 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$146,5 miliar.
Jumlah tersebut setara pembiayaan 5,4 bulan impor. Bila digabung dengan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa itu setara 5,3 bulan impor dan pembayaran utang.
Destry menegaskan, posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan impor.
Ke depan, sinergi kebijakan antara Pemerintah dan BI disebut akan terus diperkuat. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan eksternal Indonesia di tengah gejolak ekonomi global.
BI juga menekankan pentingnya penguatan kinerja neraca pembayaran sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas eksternal. Fokus ini menjadi salah satu agenda utama otoritas moneter dalam beberapa waktu ke depan.
Cadangan devisa yang terjaga di level US$146,5 miliar tersebut, menurut Destry, memberikan ruang bagi BI dan Pemerintah untuk merespons tekanan eksternal secara lebih fleksibel.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), dan modal asing dengan mengeklik tautan.







Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.