Periskop.id - Polri membuka posko kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat, bagi korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri membuka posko ini untuk memastikan bantuan dari masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara cepat serta tepat sasaran.
"Posko ini kami siapkan agar proses pengumpulan dan distribusi bantuan lebih terkoordinasi," katanya di Mako Polisi Udara, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (29/11).
Ia menyebut, posko kemanusiaan berlokasi di Kantor Korsabhara Baharkam Polri di Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Jenis bantuan yang dapat disalurkan antara lain pakaian bersih dan layak pakai, selimut dan bantal, pakaian serta perlengkapan bayi (popok, susu, tisu basah/kering, sabun bayi, dan lain-lain.
Selain itu, juga obat-obatan dan vitamin, alat mandi dan perlengkapan kebersihan, kebutuhan pribadi perempuan (pembalut dan sejenisnya, pakaian dalam pria/wanita, serta makanan instan "Setiap bantuan memiliki arti besar bagi para korban," ucapnya.
Korsabhara Baharkam Polri setiap hari menerima berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan para penyintas. Untuk informasi lebih lanjut dan koordinasi pengiriman bantuan, masyarakat dapat menghubungi call center Posko Polri di 0812-7672-2009.
Masyarakat juga diimbau agar memberikan bantuan dalam kondisi baik serta layak guna, sehingga dapat langsung digunakan oleh para penyintas bencana. Melalui pembukaan posko ini, Polri, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan dan siap menyalurkan seluruh bantuan ke wilayah terdampak, melalui jajaran kepolisian daerah.
Makanan dan Logistik
Pagi ini, Mabes Polri sejatinya sudah mengirimkan bantuan makanan maupun logistik bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat.
“Pendorongan logistik ini kita upayakan secepatnya untuk membantu mereka supaya dapat bertahan dalam keadaan yang emergency (darurat),” kata Wakil Astamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana di Mako Polisi Udara Polri, Tangerang Selatan, Banten.
Ia mengatakan, bantuan tersebut segera dikirimkan pada pagi ini lantaran cuaca sedang tidak menentu. Selain itu, bantuan dikirimkan pada pagi ini agar bisa segera digunakan oleh masyarakat terdampak maupun personel kepolisian di daerah yang membantu evakuasi warga.
“Kita segera mengirimkan barang-barang tersebut supaya rekan-rekan kita, masyarakat yang ada di sana, baik masyarakat dari Aceh, Sumbar, dan Sumut bisa merasakan apa yang kita sumbangkan ke mereka,” katanya.
Nantinya, bantuan akan dipusatkan terlebih dahulu pada ibu kota provinsi. Lalu, akan didistribusikan menggunakan helikopter Polri ke desa-desa yang terdampak.
"Kami menggunakan helikopter. Tetapi dengan helikopter pun kita harus mencari tempat untuk mendarat. Ini yang kita masih melihat di sana, tetapi sudah disiapkan oleh Polda yang terdampak atau Polres yang terdampak. Ini sudah disiapkan semua untuk mempercepat mendorong bantuan logistik," tuturnya.
Trunoyudo menambahkan, bantuan dikirimkan dengan menggunakan dua pesawat berjenis CN dan Fokker. Bantuan logistik yang dikirimkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah 1.500 buah barang-barang yang dibutuhkan untuk kaum rentan, yaitu ibu dan anak.
Kemudian, pakaian sekolah, tas sekolah, obat-obatan, nasi cepat saji atau makanan cepat saji, kasur lipat, dan air mineral. Selain itu, ada pula obat untuk serangga atau nyamuk, selimut, dan pelampung.
Mabes Polri juga mengirimkan logistik untuk membantu mitigasi dan proses evakuasi oleh personel Polda di tiga provinsi tersebut. Untuk Polda Aceh, barang yang dikirimkan adalah perahu karet 20 unit, pelampung kelengkapan perahu 120 buah, tenda peleton 10 unit, tenda untuk Dokkes Polri dua unit, velbed (kasur lipat) 200 buah, makanan tambahan Polri (MTP) 2.000 buah, portable solar generator 3 buah, dan techno WiFi.
“(Techno WiFi) ini tentu juga dibutuhkan dalam hal untuk komunikasi,” kata Trunoyudo.
Kemudian, untuk Polda Sumut, barang yang dikirimkan adalah pelampung 60 buah, jas hujan 500 buah, tenda peleton 7 unit, velbed 300 buah, MTP 3.000 buah, masker 1.000 pak, hingga genset 3 unit.
Lalu, untuk Polda Sumbar, barang yang dikirimkan adalah perahu karet sebanyak 3 unit, pelampung 18 buah, tenda peleton 10 unit, velbed 300 buah, MTP 2.000 buah, sekop runcing ada 200 buah, dan ponco cokelat sebanyak 100 buah.
Obat-Obatan
Pusdokkes Polri juga mengirimkan paket obat-obatan dan tim kesehatan khusus ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membantu pertolongan para korban terdampak bencana alam.
Sespusdokkes Polri Brigadir Jenderal Polisi dr. Farid Amansyah di Mako Polisi Udara, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, mengatakan, pengiriman bantuan medis tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
"Berdasarkan asesmen lapangan dari Biddokkes Polda Aceh, Sumut, dan Sumbar, Biddokkes Polri mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, bahan habis pakai, serta peralatan kesehatan," tuturnya.
Ia menyebut bahwa setiap kepolisian daerah terdampak menerima bantuan dengan jumlah yang sama. "Hari ini dikirimkan 59 paket obat-obatan per polda, yang kami kemas dalam sembilan koli," ucapnya.
Selain pengiriman logistik kesehatan, Pusdokkes Polri juga menurunkan tim khusus untuk memperkuat layanan medis di lokasi bencana. "Biddokkes Polri telah menyiapkan tim DVI, tim kesehatan lapangan, serta tenaga pendukung lainnya untuk membantu identifikasi korban dan layanan kesehatan di lokasi bencana," pungkasnya
Tinggalkan Komentar
Komentar