periskop.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan mahasiswa yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera akan mendapatkan keringanan berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau bantuan beasiswa khusus agar tetap bisa melanjutkan studi.
“Sebenarnya memang kami sudah melakukan rapat dengan seluruh pimpinan perguruan tinggi. Beberapa rektor memang sudah berkomitmen memberikan beasiswa, apakah nanti sumbernya mereka akan carikan apakah dari KIP-K atau dari kampus sendiri,” kata Brian dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Menteri berlatar belakang akademisi ini merespons desakan anggota dewan terkait nasib pendidikan mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang wilayahnya baru saja dilanda musibah besar. Gangguan ekonomi pascabencana dikhawatirkan memicu angka putus kuliah.
Brian menjelaskan langkah cepat telah diambil kementeriannya dengan mengumpulkan para rektor. Kesepakatan tercapai untuk memberikan payung perlindungan akademis bagi mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana.
Proses pendataan kini tengah dikebut oleh masing-masing perguruan tinggi. Kampus diminta proaktif menyisir data mahasiswa yang berdomisili atau memiliki orang tua di lokasi terdampak.
“Kami kemarin sudah menyusun data sebenarnya, meminta kampus-kampus itu mendata siapa saja mahasiswa berasal dari atau terdampak bencana itu,” ucapnya.
Skema bantuan yang disiapkan bersifat fleksibel menyesuaikan kemampuan kampus dan ketersediaan anggaran pemerintah. Opsi utamanya adalah pembebasan biaya kuliah melalui subsidi silang kampus atau injeksi dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Solidaritas ini ternyata tidak hanya datang dari kampus-kampus di Sumatera. Brian mengungkapkan sejumlah universitas di Pulau Jawa juga menyatakan kesiapannya menampung atau membebaskan biaya bagi mahasiswa perantauan asal daerah bencana.
“Termasuk beberapa universitas di Jawa pun sebenarnya mereka memberikan beasiswa sebenarnya untuk mahasiswa yang berasal keluarga dari Aceh, Sumatera Utara yang terkena dampak,” jelasnya.
Langkah taktis ini menjadi jawaban atas kekhawatiran Komisi X DPR RI yang meminta pemerintah hadir nyata. Jangan sampai musibah alam turut menghancurkan masa depan pendidikan generasi muda di daerah tersebut.
Kementerian berkomitmen mengawal realisasi bantuan ini hingga tuntas. Brian berjanji akan memberikan alokasi perhatian khusus agar distribusi bantuan tepat sasaran kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Tinggalkan Komentar
Komentar