periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi terus berjalan. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, total huntara yang direncanakan dibangun mencapai 17 ribu unit yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Untuk Aceh sebanyak 16.282 unit, Sumatera Utara 947 unit, dan Sumatera Barat 618 unit. Totalnya 17.847 unit,” ujar Suharyanto saat konferensi pers di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, dikutip Selasa (27/1).
Ia menjelaskan, seluruh huntara tersebut saat ini sedang dikerjakan di masing-masing kabupaten dan kota. Hingga saat ini, sebanyak 4.228 unit telah selesai dibangun dan sudah ditempati oleh warga terdampak. Peresmian huntara juga telah dilakukan secara serentak di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Agam.
“Per hari ini, sudah ada 993 kepala keluarga yang menempati hunian sementara,” katanya.
Selain huntara, BNPB juga mencatat progres pembangunan hunian tetap (huntap). Suharyanto menyebutkan, pembangunan huntap masih terus berjalan dan jumlahnya bersifat dinamis sesuai perkembangan di lapangan.
“Untuk huntap, per hari ini sudah mulai dibangun sebanyak 12.572 unit, terutama di Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar dia.
BNPB juga memperbarui penyaluran bantuan dana tunggu hunian bagi masyarakat terdampak yang tidak masuk dalam program huntara. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
“Dari 9.678 kartu penerima, sebanyak 5.348 kartu sudah menerima bantuan, atau sekitar 75,5%,” kata Suharyanto. Ia menambahkan, penyaluran dilakukan secara bertahap karena melibatkan bank pemerintah dan memerlukan proses verifikasi by name dan by address.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah rusak. Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang Rp30 juta. Anggaran bantuan tersebut telah diajukan ke Kementerian Keuangan dan masih dalam proses verifikasi.
Adapun untuk rumah rusak berat, Suharyanto menegaskan tidak diberikan bantuan tunai, melainkan diganti dengan pembangunan rumah. Rumah relokasi terpusat akan dibangun oleh Kementerian PKP, sementara relokasi mandiri akan dibangun oleh BNPB.
“Saat ini fokus kami masih pada penyediaan huntara. Pembangunan huntap akan menjadi tahap berikutnya,” ujarnya.
BNPB menargetkan seluruh masyarakat terdampak yang saat ini masih tinggal di tenda dapat dipindahkan ke hunian sementara sebelum Hari Raya dan sebelum memasuki bulan puasa.
Tinggalkan Komentar
Komentar