periskop.id - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menegaskan bahwa pabrik yang sebelumnya terlibat kasus temuan bahan pangan terkontaminasi radioaktif kini telah dinyatakan bersih dan aman untuk kembali beroperasi.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten, Haendra Subekti mengatakan pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan tidak ada residu radioaktif yang tersisa, sehingga konsumen dapat kembali merasa aman.

Langkah ini dikatakannya menjadi bagian dari upaya Bapeten untuk menjaga keselamatan publik sekaligus memastikan industri pangan beroperasi sesuai standar keselamatan nuklir.

"Pabrik kini telah dinyatakan bersih dan aman beroperasi, sementara produk yang sempat terkontaminasi radioaktif akan segera dimusnahkan untuk memastikan keselamatan konsumen," ucap Haendra di kantor Bapeten, Kamis (4/12)

Sebagai informasi, sebelumnya Bapeten mendeteksi adanya kontaminasi radioaktif pada produk cengkeh yang berasal dari Lampung dan sempat diproses di fasilitas pengolahan di Surabaya.

Temuan ini mendorong Bapeten untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, memastikan sumber kontaminasi teridentifikasi, serta menyiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi risiko bagi konsumen dan menjaga keamanan pangan nasional.

Terkait hal itu, Haendra menjelaskan bahwa beberapa perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok bahan yang sempat terdeteksi kontaminasi radioaktif telah mengajukan permohonan surat keterangan kebersihan dari Bapeten.

Surat ini berfungsi sebagai bukti resmi bahwa fasilitas pengolahan mereka aman dan siap beroperasi sesuai standar keselamatan nuklir, sekaligus memenuhi persyaratan keamanan dalam perdagangan.

"Kami melayani permohonan ini untuk memberikan keyakinan kepada publik bahwa fasilitas pengolahan benar-benar bebas dari kontaminasi radioaktif," ujar Haendra.

Ia menekankan langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen serta memastikan setiap produk yang masuk ke pasar telah melewati prosedur pemeriksaan dan standar keamanan yang ketat. Dengan demikian, transparansi dan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama, sambil mendorong industri untuk tetap beroperasi secara aman dan bertanggung jawab.