periskop.id - Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/12), yang bertepatan dengan puncak acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Pada unjuk rasa tersebut, salah satu orator aksi Roy Suryo menyampaikan pendapatnya di atas mobil komando. Ia mendesak KPK untuk memeriksa dan menjalankan proses hukum Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dalam kasus dugaan korupsi suap proyek pengadaan di dinas PUPR dan Satker PJN 1 wilayah Sumut.
“Jadi KPK segera proses itu yang namanya Bobby Nasution,” kata Roy Suryo dengan lantang, Selasa (9/12).
Roy Suryo juga meminta keadilan di depan ratusan massa aksi terkait kasus yang melibatkannya dalam ijazah palsu Jokowi. Menurutnya, kasus tersebut bukan sepenuhnya adil berdasarkan penyidikan.
“Saya bertanya kepada penyidik kasus ijazah palsu Jokowi, saya bilang ‘Bapak malu atau tidak?, jawabannya malu, tapi kami hanya menjalankan tugas pimpinan,’” ujar Roy.
Selain itu, Roy Suryo juga menyinggung mesin artificial intelligence (AI) yang diciptakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dikotori oleh kebohongan.
“AI di UGM dipaksa berbohong, kebohongan bukan hanya diteruskan kepada manusia, tetapi terhadap mesin juga, ini luar biasa, semoga selain di akhirat, mereka bisa diadili juga di dunia,” tutur Roy.
Pada akhir orasinya, Roy mengajak massa aksi tetap terus bersemangat di Hakordia ini untuk menghajar pembela koruptor.
“Biar kita hajar mereka pembela korupsi dan pembela kejahatan,” ucap Roy Suryo.
Tinggalkan Komentar
Komentar