Periskop.id - TNI AU mengerahkan Helikopter EC-725/H225M Caracal untuk mendarat di atas aliran Sungai, guna mendistribusikan logistik korban bencana di Aceh. Peristiwa pendaratan di atas aliran sungai itu dilakukan di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Senin (15/12).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu (17/12) membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Pendaratan di aliran sungai dipilih sebagai titik distribusi karena keterbatasan medan dan kondisi infrastruktur yang tidak memungkinkan penggunaan jalur darat," kata I Nyoman.

Ia melanjutkan, lokasi tersebut menjadi satu-satunya area yang dapat dijangkau helikopter untuk memastikan bantuan sampai kepada warga. Walau pendaratan itu dilakukan dengan sulit karena kontur lokasi mendarat yang tidak rata, pilot helikopter tetap melakukan pendaratan tersebut demi mendistribusikan bantuan kepada korban bencana.

"Kru helikopter TNI AU menjalankan prosedur penerbangan dengan ketelitian tinggi demi keselamatan personel dan kelancaran distribusi logistik," jelas I Nyoman.

Ia melanjutkan, total ada 1.800 kilogram bantuan logistik yang dibawa helikopter dari Lanud Soewondo, Medan. Dengan adanya upaya tersebut, I Nyoman berharap pendistribusian logistik bisa berjalan dengan maksimal.

"Logistik disalurkan ke Desa Simpur Jaya sebanyak 900 kilogram dan Desa Rumah Bundar sebanyak 900 kilogram, dua desa terdampak yang akses daratnya sulit untuk dijangkau pascabencana," kata I Nyoman.

Wilayah Sumbar
Sejatinya, tak hanya di Aceh, TNI AU juga mengerahkan helikopternya untuk mendistribusikan bantuan logistik untuk warga korban bencana banjir di wilayah Sumatera Barat, Jumat (12/12). Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Senin, dijelaskan bantuan logistik itu dikirimkan ke wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

"Langkah ini diambil agar bantuan dapat segera diterima dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana Antara, Senin.

I Nyoman melanjutkan, pihaknya mengerahkan helikopter EC-725/H225M untuk membawa logistik seberat 1.250 kilogram ke wilayah Kabupaten Agam. Helikopter tersebut diawaki oleh Kapten Pnb Indra Sakti selaku Pilot in Command (PIC) bersama Lettu Pnb Galang.

Bantuan berupa makanan siap saji, air minum dan pakaian tersebut lalu didistribusikan oleh petugas di titik stadion PSMI, Jalan Baringin, Nagari Marabung. "Proses penurunan logistik dilakukan dengan lancar," kata dia.

I Nyoman menegaskan, kegiatan ini merupakan bukti komitmen TNI AU dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dia memastikan TNI AU akan terus mengerahkan seluruh alutsistanya untuk memaksimalkan pendistribusian logistik.

"TNI AU berkomitmen untuk terus membantu pemerintah daerah dan instansi terkait, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” tuturnya.

Pengerahan Alutsista
Sekadar informasi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengerahkan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memulihkan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang rusak akibat bencana.

"Alutsista terdiri dari 53 alat berat seperti ekskavator, bulldozer, beko, dan lain-lain," kata kata Panglima TNI saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Ragam alat berat itu dikerahkan untuk memulihkan beberapa infrastruktur seperti memperbaiki jalanan yang rusak, membersihkan jalanan yang tertimbun lumpur, hingga membangun jembatan untuk menyambungkan jalur yang terputus.

Ragam pembangunan infrastruktur itu dikerjakan oleh Satuan Zeni dari TNI AD. Terkhusus jembatan, TNI AD sendiri menjadi ujung tombak pengerjaan jembatan darurat atau jembatan bailey terhitung sejak Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditunjuk sebagai Komandan Satgas Jembatan.

Agus mengatakan, hingga saat ini ada 50 titik yang dibangun jembatan baiyley. Dua diantaranya sudah selesai dibangun dan bisa dipakai masyarakat. 

Hingga saat ini, Agus memastikan seluruh alat berat milik TNI AD itu masih bertugas di lokasi bencana. Dia mengatakan, alat berat tersebut akan dikerahkan untuk mendukung proses pemulihan wilayah pasca bencana.