periskop.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025 mencatatkan jumlah penduduk di wilayah delineasi IKN mencapai 147.427 jiwa dengan total 43.293 rumah tangga.
“Pendataan ini dilakukan secara sensus dengan melibatkan 856 petugas pencacah, sehingga kami memastikan tidak ada satu pun penduduk IKN yang terlewat,” ujar Amalia di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (16/12).
Berdasarkan hasil pendataan, konsentrasi penduduk tertinggi berada di Desa Samboja, Kuala Desa Humara, Jawa Ulu Desa Humara, Jawa Pesisir, dan Desa Telemau, dengan tingkat kepadatan lebih dari 400 jiwa per km². Wilayah-wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk dan diproyeksikan sebagai prioritas penyediaan layanan dasar serta pembangunan infrastruktur IKN ke depannya.
Dari sisi struktur penduduk, Amalia melaporkan bahwa IKN didominasi Generasi Z dan Generasi Milenial yang secara keseluruhan mencakup lebih dari 50% populasi. Komposisi ini menunjukkan besarnya potensi penduduk produktif untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota baru yang modern dan dinamis.
Sementara itu, berdasarkan kelompok usia, penduduk IKN tahun 2025 didominasi usia produktif 15 hingga 64 tahun dengan proporsi angka 67,91%. BPS juga mencatat penduduk tertua IKN berusia 108 tahun yang merupakan seorang perempuan kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan
Dengan tingkat rasio ketergantungan umur tercatat sebesar 47,25, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47 sampai 48 penduduk usia non-produktif.
“Angka rasio ketergantungan di bawah 50 ini menandakan bahwa IKN tengah berada dalam fase bonus demografi, sebuah kondisi strategis yang dapat menjadi modal penting bagi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Nusantara,” tutur Amalia.
Tinggalkan Komentar
Komentar