periskop.id - Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini, kereta api mengoperasikan 1.732 perjalanan. Angka ini mengalami peningkatan 10% daripada tahun sebelumnya yang hanya 1.577 perjalanan.

“Periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 1 Jakarta memberangkatkan sebanyak 1.732 perjalanan kereta api, meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 1.577 perjalanan,” kata Humas Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, saat dihubungi Periskop, Jumat (26/12). 

Franoto mengungkapkan, dari ribuan perjalanan tersebut, terdapat kota favorit yang paling banyak dibeli tiket kereta apinya. Kota favorit itu tersebar dari Jawa Timur, Jawa Barat, sampai Jawa Tengah. 

“Kota tujuan favorit, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto,” ucap Franoto.

Franoto menyampaikan, sampai Jumat (26/12), jumlah tiket kereta api yang terjual tercatat sebanyak 662.410 tiket, dari total kapasitas sebanyak 909.536 tempat duduk. Hari ini pun menjadi tanggal dengan tingkat okupansi (tingkat keterisian) paling tinggi. 

“Berdasarkan data pemesanan tiket, tingkat okupansi pada beberapa tanggal favorit menunjukkan tren yang cukup tinggi, yaitu 26 Desember 2025 okupansi 86%, 27-28 Desember 2025 okupansi 73%, dan 29-31 Desember 2025 okupansi 65%,” jelas Franoto.

Selain itu, Franoto juga mengungkapkan, program diskon tarif kereta api saat Nataru tahun ini. Berdasarkan catatannya, sebanyak 285.000 tiket diskon telah terjual. 

“Diskon ini untuk kereta api kelas ekonomi komersial periode keberangkatan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026,” ujar dia.

Sementara itu, pihaknya juga menyiapkan diskon sebesar 25% untuk kereta api Eksekutif, Luxury, dan Compartment. Diskon ini untuk pembelian tiket pada 25-31 Desember 2025, dengan jadwal keberangkatan 29 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.

“(Diskon 25% itu) telah terjual sebanyak 3.336 tiket,” tutur Franoto. 

Franoto juga mengungkapkan, per Jumat (26/12) pukul 08.00 WIB, stasiun yang mengangkut dan menurunkan penumpang paling banyak adalah Stasiun Pasar Senen, dengan rincian 15.191 penumpang naik dan 34.998 penumpang turun. Setelah itu, Stasiun Gambir dengan 12.573 penumpang naik dan 9.224 penumpang turun, disusul Stasiun Bekasi dengan 5.870  penumpang naik dan 5.725 penumpang turun.

Franoto pun mengimbau bagi masyarakat yang menggunakan kereta api untuk mengalokasikan waktu kedatangan di stasiun dengan baik sehingga tidak tertinggal jadwalnya. Selain itu, masyarakat juga harus memastikan jadwal dan identitas perjalanan sesuai tiket.

“Penumpang juga diimbau membawa barang sesuai dengan dimensi yang ditentukan, menjaga barang bawaan dan anak-anak, serta memanfaatkan boarding face recognition supaya proses boarding lebih cepat,” ujar dia.

KAI juga menyampaikan, tiket kereta api masih tersedia bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan pada masa libur Nataru. Namun, data penjualan bersifat dinamis dan dapat terus berubah seiring pemesanan tiket yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI dan seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI.