periskop.id - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa format Rilis Akhir Tahun Polri 2025 sengaja dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan melibatkan langsung para Pejabat Utama (PJU) untuk memaparkan capaian kinerja masing-masing bidang secara mendetail.
“Rilis tahun ini sengaja kami buat sedikit berbeda. Jadi kalau beberapa waktu yang lalu berturut-turut kami yang melaporkan dan menyampaikan perjalanan Polri selama satu tahun. Namun kali ini kami melibatkan beberapa pejabat utama yang mewakili rekan-rekan pejabat utama yang lain,” kata Listyo Sigit di Jakarta, Selasa (30/12).
Perubahan konsep acara tahunan ini bukan tanpa alasan. Jenderal bintang empat tersebut ingin menunjukkan kepada publik bahwa internal korps Bhayangkara tetap solid dan kompak dalam menjalankan tugas-tugas negara.
Pelibatan aktif jajaran pejabat tinggi ini menyiratkan pesan kuat bahwa seluruh elemen Polri konsisten merapatkan barisan. Mereka berkomitmen satu suara guna melakukan perbaikan berkelanjutan di tubuh institusi.
Dalam sesi tersebut, Kapolri tidak lagi memonopoli panggung. Ia mendelegasikan pemaparan bidang operasional kepada Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Sektor ini mencakup isu krusial seperti penanganan keamanan dan penanggulangan bencana.
Sementara itu, bidang Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendidikan dan pelatihan dipaparkan langsung oleh Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM). Fokus bahasannya meliputi transparansi rekrutmen hingga kesejahteraan anggota.
Untuk sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan aktivitas harian masyarakat, Kapolri menunjuk Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri sebagai perwakilan pembicara.
Listyo Sigit menjelaskan bahwa para pejabat tersebut membedah detail transformasi Polri di lima sektor krusial. Kelima sektor itu meliputi operasional, SDM, pelayanan publik, penegakan hukum, dan pengawasan.
Langkah delegasi ini diambil untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Masyarakat diharapkan bisa melihat kinerja spesifik setiap satuan kerja secara lebih transparan dan mendalam dibandingkan sekadar laporan umum.
Kapolri berharap format baru ini dapat mempertegas posisi Polri sebagai institusi yang terbuka dan akuntabel. Kebersamaan di atas panggung menjadi simbol bahwa beban transformasi dipikul bersama oleh seluruh jajaran.
“Tentunya ini dikandung maksud bahwa kami personel Polri solid, personel Polri kompak dan konsisten untuk terus bersama-sama merapatkan barisan, bersama-sama menjaga langkah kita bersama untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” tegasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar