periskop.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrachman mengimbau masyarakat Indonesia untuk membantu korban bencana alam di tiga provinsi di Sumatra dengan membeli produk UMKM melalui platform e-commerce.

Maman mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya pelaku UMKM, dengan membina kelompok-kelompok usaha agar kembali produktif.

“Kami mengusulkan untuk menyiapkan beberapa kelompok UMKM yang akan dibina dalam rangka menghidupkan kembali UMKM yang ada di sana,” ujar Maman dalam rapat koordinasi di Gedung Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, Kementerian UMKM telah berkoordinasi dengan sejumlah platform e-commerce untuk membuat satu landing page khusus sebagai sarana bantuan bagi wilayah terdampak. Landing page tersebut memuat dua program utama, yakni belanja produk UMKM dari tiga provinsi dan program donasi.

“Kami mendorong seluruh masyarakat Indonesia, jika ingin membantu saudara-saudara kita di tiga provinsi ini, caranya tidak hanya melalui donasi, tetapi juga dengan berbelanja produk UMKM mereka,” kata Maman.

Menurutnya, saat ini dua platform e-commerce, yakni Shopee dan Tokopedia, telah lebih dulu menghadirkan halaman khusus tersebut. Inisiatif ini akan dijadikan sebagai alat jangka panjang hingga dua tahun ke depan untuk mendukung kebangkitan UMKM di wilayah terdampak bencana.

“Kalau masyarakat ingin membantu saudara-saudara kita di Sumatra, mereka bisa masuk ke page ini dan membeli produk UMKM yang tersedia,” ujarnya.

Selain itu, Maman juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan, termasuk bantuan presiden bagi UMKM yang terdampak bencana. Ia menilai bantuan tersebut bersifat penting dan mendesak untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

“Mekanisme teknisnya akan kami bahas lebih lanjut, namun yang jelas dukungan ini sangat urgen bagi keberlangsungan UMKM,” pungkas Maman.

Sejalan dengan hal ini, Maman mengungkapkan masih banyak pelaku UMKM yang sama sekali belum terakses layanan perbankan, khususnya pelaku usaha super mikro. Berdasarkan data pembinaan Permodalan Nasional Madani (PNM), hingga saat ini terdapat sekitar 360 ribu unit UMKM binaan PNM yang telah dibekukan kewajiban utangnya, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro perempuan.

Maman mengatakan, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk kembali mengusulkan bantuan presiden (banpres) rehabilitasi usaha mikro, seperti yang pernah dijalankan dan dinilai berhasil pada masa pandemi Covid-19 melalui program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Banpres ini diusulkan menyasar sekitar 200 ribu UMKM yang belum terakses perbankan sama sekali.

Dalam usulan tersebut, setiap UMKM direncanakan menerima bantuan sebesar Rp3 juta per unit dengan total anggaran sekitar Rp600 miliar pada tahap awal. Bantuan akan ditransfer langsung kepada penerima, dengan mekanisme penyaluran yang saat ini tengah difinalisasi bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Sosial.

“Kami sedang memfinalisasi pembahasan bantuan presiden untuk rehabilitasi usaha mikro ini agar dapat segera direalisasikan dan benar-benar menyentuh pelaku usaha yang paling membutuhkan,” pungkas Maman.