Periskop.id - Tim Search and Rescue (SAR) menyebut, sebanyak 41 kantong jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga Rabu (28/1) 22.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Kamis (29/1) mengatakan, dari data 41 kantong jenazah tersebut, dua kantong di antaranya merupakan satu identitas jenazah hasil dalam operasi pencarian hingga pagi hari ini.
“Hasil identifikasi hingga pagi ini berdasarkan data terbaru pada pukul 22.00 WIB, terdapat 41 kantong jenazah yang dua diantaranya merupakan satu jiwa,” tuturnya.
Ia menjelaskan, korban yang teridentifikasi berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Beberapa di antaranya merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan mayoritas korban merupakan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.
"Identifikasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sidik jari, data e-KTP, pemeriksaan gigi, properti, hingga data medis dan administrasi," tambahnya.
Ade menambahkan, korban yang berhasil diidentifikasi sebagian besar merupakan warga setempat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang berasal dari sejumlah kampung. Antara lain Kampung Pasir Kuning (Sunarya, Delisa), Kampung Nyalindung (Jajang Taryana, Susi Rahayu), Kampung Babakan (Nining, Ai Sumarni, Koswara, Andar, Tini, Karmita, Komarudin, Baran Permana, Elis Aning, serta Komarawati alias Engkom).
Sementara itu, Kampung Pasirkuda (Dadang, Nurhayati, Ayu Yuniarti, Deni Suparman, Andri, Cicah Mulyani, Passa Widia Putri, dan Pipin Koswandi), serta Kampung Baru (Lina Lismayanti).
Selain warga setempat, tim DVI juga mengidentifikasi sejumlah korban yang berasal dari luar Desa Pasirlangu. Di antaranya, Muhammad Kori (Lampung Timur), Sidiq Harianto (Pesawaran, Lampung), dan Andre Nicky Olga Suwita (Jakarta Selatan) yang seluruhnya teridentifikasi melalui metode sidik jari.
Sementara itu, korban anak-anak yang telah berhasil diidentifikasi, antara lain Keyla, Passa Widia Putri (Kampung Pasirkuda), Delisa (Kampung Pasir Kuning), Adri Firmansyah, serta Reza Subagja.
Lanjutkan Pencarian
Ia menegaskan, tim SAR gabungan bersama DVI Polri masih terus melanjutkan, proses pencarian dan identifikasi korban lainnya meski dihadapkan pada medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Untuk diketahui, hingga Rabu (28/1) 22.00 WIB, sebanyak 53 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Sementara itu, Ketua Regu Basarnas Sektor Officer A1, Agung mengatakan pencarian tetap dilanjutkan meski kondisi cuaca gerimis dengan tetap memerhatikan kondisi cuaca.
“Pagi ini kami melakukan pencarian area dengan melibatkan personel Basarnas dan anjing pelacak K-9. Untuk sektor A1 sudah kami lakukan penyisiran, namun belum membuahkan hasil. Hari keenam ini kami akan fokus bergeser ke sektor B1, tepatnya di area Lidah Mahkota bagian bawah,” ujarnya.
Agung menambahkan Basarnas telah memetakan seluruh sektor pencarian dan menilai setiap area memiliki potensi keberadaan korban. “Artinya, bukan hanya di A1 saja, tetapi di setiap sektor dimungkinkan masih terdapat korban,” ucapnya.
Singkatnya, Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis, dengan memfokuskan kegiatan di sektor A1, A2, dan B2.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo N, Kamis, mengatakan, pada hari keenam operasi pencarian, tim tetap melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel akibat hujan, kabut, serta potensi longsor susulan.
“Kami melanjutkan pencarian hari keenam seperti hari sebelumnya. Tantangan utama masih kondisi cuaca, sempat cerah sebentar, lalu kembali gelap dan hujan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, selain pencarian manual, tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Khususnya di titik-titik dengan tingkat risiko tinggi.
Menurut Yudhi, upaya pencarian pada hari sebelumnya belum berjalan maksimal akibat cuaca ekstrem. Namun demikian, pihaknya berharap kondisi lapangan pada hari ini memungkinkan peningkatan hasil evakuasi dibandingkan hari sebelumnya.
Dalam operasi tersebut, SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 17 unit alat berat dan terus mengupayakan penambahan alat berat berkapasitas besar guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak.
Tinggalkan Komentar
Komentar