Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tekanan besar dari investor asing pada perdagangan Rabu (28/1). Data resmi BEI menunjukkan bahwa aksi jual bersih asing atau net foreign sell mencapai US$369,16 juta, setara dengan Rp6,17 triliun.
Angka tersebut mencerminkan derasnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Sepanjang perdagangan hari itu, total nilai pembelian saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp14,76 triliun, sementara nilai penjualan saham mencapai Rp20,93 triliun. Selisih antara penjualan dan pembelian inilah yang menghasilkan angka jual bersih asing yang signifikan.
Tekanan jual asing ini sejalan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada hari yang sama turun tajam sebesar 7,35% ke angka 8.320,56 dan sempat memicu penghentian sementara perdagangan.
Aksi jual terjadi secara luas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi incaran investor global.
Saham yang Diborong Asing di Tengah Tekanan Pasar
Di tengah dominasi aksi jual, terdapat sejumlah saham yang justru mencatatkan beli bersih asing. Saham-saham ini menjadi pengecualian di tengah pasar yang mayoritas bergerak di zona merah.
Saham dengan beli bersih asing terbesar ditempati oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai mencapai Rp204 miliar. Posisi kedua diisi oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)sebesar Rp183,46 miliar, disusul Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp176,79 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga mencatat beli bersih pada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) senilai Rp165,26 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp127,59 miliar.
Daftar saham lain yang mencatat beli bersih asing meliputi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp127 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp101,02 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar Rp83,09 miliar, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar Rp72,98 miliar, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar Rp68,45 miliar.
Meski ruang penguatan pasar sangat terbatas, beberapa saham yang masuk daftar beli bersih asing mampu bertahan di zona hijau. MDKA mencatat kenaikan harga sebesar 0,93%, sementara INDF naik 2,24%. Kedua saham ini masuk jajaran saham penggerak utama (top leaders) IHSG pada perdagangan tersebut.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi:
| No | Nama Emiten | Net Foreign Buy (Rp Miliar) |
|---|---|---|
| 1 | PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | 204,00 |
| 2 | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 183,46 |
| 3 | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) | 176,79 |
| 4 | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) | 165,26 |
| 5 | PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | 127,59 |
| 6 | PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) | 127,00 |
| 7 | PT Astra International Tbk (ASII) | 101,02 |
| 8 | PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) | 83,09 |
| 9 | PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) | 72,98 |
| 10 | PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) | 68,45 |
Saham yang Paling Ditekan Investor Asing
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham-saham perbankan dan emiten berkapitalisasi besar. Saham dengan jual bersih asing terbesar ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai mencapai Rp4.142,58 miliar atau lebih dari Rp4 triliun dalam satu hari perdagangan.
Posisi berikutnya diisi oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan jual bersih Rp1.276,98 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp1.131,80 miliar. Besarnya aksi jual di saham perbankan menunjukkan bahwa investor asing memilih mengurangi eksposur pada sektor yang memiliki bobot besar terhadap IHSG.
Tekanan jual asing juga terjadi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp546,86 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp314,32 miliar.
Daftar saham lain yang mencatat jual bersih asing meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp108,50 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp94,44 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp93,63 miliar, PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp69,27 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp60,41 miliar.
Aksi jual asing yang masif berdampak langsung pada pergerakan harga saham-saham utama. BBCA, TLKM, dan DSSA tercatat sebagai saham yang paling menekan kinerja IHSG atau masuk kategori top laggards.
Harga saham BBCA turun 6,33% dalam satu hari perdagangan. TLKM bahkan anjlok lebih dalam dengan penurunan 11,93%. Sementara itu, DSSA mencatat penurunan paling tajam di antara ketiganya, yakni sebesar 15%.
Tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar ini memperbesar pelemahan indeks secara keseluruhan, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Berikut adalah 10 saham dengan nilai jual bersih asing terbesar:
| No | Nama Emiten | Net Foreign Sell (Rp Miliar) |
|---|---|---|
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | 4.142,58 |
| 2 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 1.276,98 |
| 3 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | 1.131,80 |
| 4 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) | 546,86 |
| 5 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | 314,32 |
| 6 | PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | 108,50 |
| 7 | PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) | 94,44 |
| 8 | PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) | 93,63 |
| 9 | PT Timah Tbk (TINS) | 69,27 |
| 10 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | 60,41 |
Tinggalkan Komentar
Komentar