Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 57 jenazah korban tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Seluruh jenazah yang sudah teridentifikasi, telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (2/2) mengatakan, proses identifikasi dilakukan berdasarkan data antemortem dan postmortem yang dikumpulkan tim DVI sejak hari pertama evakuasi. 

Berdasarkan data sementara hingga Minggu (1/2) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengirimkan 74 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan identitas oleh tim forensik. 

Abdul mengatakan, proses identifikasi dilakukan secara cermat guna memastikan kepastian identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Adapun koordinasi lintas instansi antara Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta rumah sakit rujukan, terus dilakukan untuk mempercepat proses penanganan korban.

BNPB mengimbau keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi agar terus berkoordinasi dengan posko resmi guna memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Operasi Dilanjutkan
Untuk diketahui, Operasi SAR korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian dan menambah pengerahan alat berat hingga 18 unit, Senin. Abdul Muhari mengatakan, operasi SAR hari ini dilanjutkan sejak pukul 08.00 WIB dengan fokus pencarian terhadap enam orang yang masih dinyatakan hilang.

Dalam operasi tersebut tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 18 alat berat untuk membuka dan menyisir material longsoran di sejumlah titik prioritas. Ia menyebutkan, kondisi cuaca yang masih disertai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menjadi tantangan bagi personel di lapangan.

Meski demikian Abdul menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat tim SAR gabungan yang saat ini berjumlah sekitar 3.229 personel dari berbagai unsur. Sementara itu berdasarkan pembaruan data pengungsian, sebanyak 517 jiwa telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan lebih aman.

Adapun warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 159 jiwa dari 49 Kepala Keluarga (KK). Untuk mendukung kebutuhan dasar pengungsi, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, makanan siap saji, matras, selimut, alat kebersihan, toilet portable, genset, dan pompa air, serta memastikan dukungan berlanjut sesuai perkembangan di lapangan.

Pendataan Awal
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, mulai melakukan pendataan tahap awal. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan dasar penentuan hunian baru yang aman, sebagai bagian dari proses relokasi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail di Bandung mengatakan ,pendataan dilakukan secara detail dengan memilah rumah per rumah berdasarkan zonasi terdampak, terancam, dan zona aman, terutama untuk mereka yang rumahnya hilang atau masuk zona merah risiko bencana.

“Kami lakukan pendataan wilayah berdasarkan zona merah dan zona kuning. Pada hari ini sudah ada sebagian warga yang diperbolehkan pulang dan selanjutnya akan kami lakukan pendataan ulang,” ucap Jeje.

Ia menjelaskan, proses relokasi selanjutnya akan dibarengi dengan penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk kembali ditempati, akibat terdampak langsung bencana.

Untuk rencana penyediaan hunian tetap (huntap), Pemkab Bandung Barat saat ini tengah melakukan pengecekan terhadap tanah carik desa yang berpotensi dijadikan lokasi relokasi warga terdampak.