Periskop.id - Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah korban longsor saat operasi pencarian memasuki hari keenam di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (29/1).

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Kamis, mengatakan, dua jenazah tersebut dievakuasi di sektor A1 pada pukul 14.32 WIB dan 15.00 WIB. Dengan begitu, total yang berhasil dievakuasi hingga Kamis sore mencapai 55 jenazah, dengan estimasi korban yang masih dalam pencarian sekitar 25 jiwa.

“Hingga hari ini total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 55 body pack (kantong jenazah). Berdasarkan data tim DVI, sebanyak 41 korban telah teridentifikasi dari total 42 yang masuk proses identifikasi,” tuturnya. 

Ade Dian menjelaskan, proses pencarian sempat menghadapi hambatan cuaca karena kawasan lokasi longsor diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak pagi. Hal tersebut membuat visibilitas terbatas dan meningkatkan potensi longsor susulan.

“Berdasarkan asesmen tim keselamatan di lapangan, operasi SAR dilakukan secara selektif dengan pola on off untuk mengutamakan keselamatan personel. Pencarian hanya dilakukan pada waktu-waktu yang dinilai aman,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan tim SAR gabungan juga menemukan satu kerangka jenazah di sektor B1 pada pukul 13.21 WIB. Tetapi temuan tersebut dipastikan merupakan jenazah lama dan bukan korban musibah longsor.

“Temuan di sektor B1 berupa jenazah lama. Tetap kami evakuasi agar dapat dikebumikan secara layak, namun tidak masuk dalam pendataan korban longsor,” tuturnya. 

Ia menambahkan, operasi SAR akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terukur dengan menyesuaikan perkembangan cuaca, stabilitas lereng, serta hasil evaluasi tim keselamatan di lapangan. Evaluasi lanjutan akan dilakukan menjelang pelaksanaan operasi hari ketujuh, untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.

Anggaran Penanganan Bencana
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar, untuk penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir di Bandung, Kamis, mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Dana tersebut digunakan selama masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan selama 14 hari.

“Darurat bencana sudah ditetapkan oleh Pak Bupati selama 14 hari. Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari BTT,” kata Ade Zakir saat dihubungi.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut difokuskan pada tiga klaster penanganan korban terdampak longsor, yakni bidang kesehatan, sosial, dan kebencanaan. Klaster kesehatan, lanjutnya, saat ini dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengakomodasi layanan kesehatan bagi pengungsi dan relawan, termasuk penyediaan obat-obatan serta peralatan medis.

Sementara itu klaster sosial ditangani Dinas Sosial yang bertugas mengelola logistik bantuan, penanganan pengungsi, serta pemulihan psikososial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengoordinasikan logistik kebencanaan dan kebutuhan operasional lainnya.

“Jadi kita koordinasi mulai dari pengobatan, identifikasi DVI, kebutuhan operasional alat berat, kebutuhan dapur umum, dan lainnya,” ujar Ade Zakir.

Menurut dia, penetapan masa darurat bencana termasuk kemungkinan penambahan anggaran akan dievaluasi, setelah masa tanggap darurat 14 hari berakhir dengan fokus utama masih pada pencarian korban hilang serta penanganan pengungsi.

“Hal-hal lain masih berproses, misalnya evakuasi rumah. Kami masih menghitung jumlah pastinya, karena dari data awal 158 rumah, ada kemungkinan rumah yang tidak rusak tetapi masuk zona merah,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, kepastian kebutuhan penanganan lanjutan masih menunggu hasil penetapan zonasi kawasan dari Badan Geologi. Berdasarkan data sementara, longsor di Desa Pasirlangu menyebabkan 564 jiwa dari 164 Kepala Keluarga (KK) mengungsi. 

Para pengungsi tersebut ditempatkan di dua lokasi, yakni 306 jiwa di Aula Desa Pasirlangu dan 258 jiwa di GOR Desa Pasirlangu. Selain itu tercatat sebanyak 48 rumah mengalami rusak berat yang tersebar di tiga wilayah yakni RW 07, RW 10, dan RW 11.