periskop.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mengenai potensi cuaca signifikan yang masih akan mendominasi wilayah selatan Indonesia dalam sepekan ke depan akibat penguatan aktivitas Monsun Asia.
“Melihat potensi cuaca yang masih signifikan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (31/1).
Analisis meteorologis menunjukkan adanya pergerakan massa udara dingin dari benua Asia yang cukup masif. Fenomena ini diperkuat oleh aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) atau seruak udara dingin yang melintasi khatulistiwa.
Selain itu, dinamika atmosfer global turut berkontribusi pada pembentukan awan hujan. Kondisi La Niña lemah dan aktifnya gelombang ekuator di Samudra Hindia hingga selatan Nusa Tenggara memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens.
Dampak dari fenomena tersebut telah dirasakan di sejumlah daerah. Curah hujan ekstrem tercatat mengguyur Jawa Barat, Sumatera Barat, hingga Banten pada akhir Januari ini dengan intensitas yang sangat tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG merinci prediksi cuaca berbasis dampak untuk sepekan ke depan. Berikut adalah Prospek Cuaca Sepekan ke Depan yang perlu diantisipasi:
- Periode 30 Januari – 1 Februari
- Status Siaga (Hujan Lebat): Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
- Potensi Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
- Waspada Hujan Sedang-Lebat: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan (Barat, Tengah, Timur, Utara, Selatan), hingga wilayah Papua.
- Periode 2 – 5 Februari
- Status Siaga (Hujan Lebat): Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Potensi Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
- Waspada Hujan Sedang-Lebat: Meluas dari Aceh, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua Selatan.
BMKG menekankan agar masyarakat yang berada di wilayah bertanda "Siaga" untuk meningkatkan kehati-hatian. Risiko bencana turunan seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bagi warga yang hendak melakukan perjalanan, baik darat, laut, maupun udara, disarankan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala. Cuaca yang berubah cepat dapat mengganggu kelancaran transportasi.
Informasi terkini dan detail cuaca jalur perjalanan dapat diakses publik melalui aplikasi InfoBMKG. Masyarakat juga dapat memantau kanal media sosial resmi otoritas terkait untuk mendapatkan peringatan dini real-time.
Tinggalkan Komentar
Komentar