Periskop.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah ladang tanaman ganja menjadi ladang kopi di Gayo Lues, Aceh. Ubahan ini dilakukan dalam program Rancangan Besar Alternatif Pembangunan (RBAP) pada 2025.

Dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama BNN di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/2), Kepala BNN Komjen Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, program tersebut berhasil mengajak masyarakat menanam tanaman kopi di atas bekas ladang ganja.

"Kita berikan pemahaman dan pelatihan sehingga akhirnya masyarakat setempat mau menanam kopi di atas bekas lahan ganja," ucapnya.  

Program RBAP, kata dia, dilaksanakan di 11 kawasan rawan tanaman terlarang dan melatih 330 orang untuk bersinergi dalam pemberantasan narkotika. "Implementasi Grand Design Alternative Development atau GDAD di 11 kawasan rawan tanaman terlarang dengan melatih 330 orang," ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan, program tersebut memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar secara ekonomi. "Kemudian, (program itu) justru bisa menambah pendapatan daerah dari penjualan kopi tersebut," ujarnya.

Untuk diketahui, BNN membongkar 773 kasus peredaran narkoba di Indonesia selama 2025 dan turut menangkap sebanyak 1.214 orang. "Capaian di bidang pemberantasan, yaitu yang pertama kami telah mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika," kata dia. 

BNN, lanjut dia, mengungkap 63 jaringan terorganisir dengan rincian 56 jaringan sindikat nasional dan tujuh jaringan sindikat internasional. "Di dalamnya membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir yang terdiri atas 56 jaringan sindikat narkotika nasional dan tujuh jaringan narkotika internasional," tuturnya.

Barang Bukti
Menurut Suyudi, BNN telah menangkap 1.214 orang dan menyita sejumlah barang bukti dari penindakan jaringan narkotika dan psikotropika.

"BNN telah menyita sejumlah barang bukti narkotika yang di antaranya sabu seberat 4,01 ton, 2,19 ton ganja, 2,06 ton ganja sintetis, pil ekstasi sebanyak 365.579 butir, kokain seberat 4.7 kilo serta ketamin seberat 1,2 ton," jelasnya.

Selain itu, kata Suyudi, BNN juga memusnahkan 12,78 hektare ladang ganja dalam 14 operasi. "BNN juga telah memusnahkan 12,78 hektare ladang ganja pada 14 operasi dengan berat tanaman ganja basah diperkirakan mencapai 109,8 ton atau sebanyak 224.500 batang," lanjutnya. 

Suyudi juga menuturkan capaian berprestasi selama 2025 adalah mengungkap kasus di Kepulauan Riau, Kapal Sea Dragon Tarawa dan penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) Interpol, Dewi Astutik.

"Kasus menonjol selama tahun 2025 adalah yang pertama pengungkapan 2 ton sabu di Kepulauan Riau bersama Bea Cukai melalui jalur laut di kapal Sea Dragon Tarawa yang berikut penangkapan DPO Interpol Dewi Astutik," ucapnya.