periskop.id - Ketua DPR Puan Maharani menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) serta kehadiran Presiden di KTT Amerika Serikat (AS) tidak akan mengubah posisi teguh Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Meskipun KTT tersebut berlangsung di negara sekutu erat Israel, Puan menjamin diplomasi Indonesia tetap berjalan di atas rel politik luar negeri bebas aktif. Hal ini menanggapi kekhawatiran publik mengenai tantangan diplomasi Indonesia saat harus berada di lingkaran pengaruh AS.

“Kan sudah jelas posisi kita. Presiden juga sudah menyatakan Indonesia tetap dalam posisi politik bebas aktif, namun tetap mendukung kemerdekaan Palestina sampai Palestina merdeka. Itu,” kata Puan usai Rapat Paripurna di Gedung DPR, Kamis (19/2).

Puan meyakini kehadiran Presiden dalam KTT BoP di Amerika Serikat justru menjadi momentum untuk menyuarakan konsistensi Indonesia.

“Yang pertama, bagaimana kemudian posisi Indonesia tetap sejalan dengan politik bebas aktif. Kemudian tentu saja kehadiran Presiden di situ untuk tetap mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Menurut Puan, bergabungnya Indonesia dalam dewan tersebut bukan berarti Indonesia akan mengikuti arus kepentingan sekutu, melainkan tetap membawa visi kemerdekaan Palestina.

“Bagaimana dan seperti apa, saya rasa Presiden sudah memiliki visi untuk mendukung dan menjalankan politik bebas aktif tersebut dalam mendukung kemerdekaan Palestina," lanjutnya.

Bagi DPR, keanggotaan dalam BoP justru harus dimaksimalkan sebagai panggung untuk menunjukkan bahwa Indonesia tetap independen. Puan menegaskan perjuangan diplomatik ini tidak akan surut meskipun tantangan di meja perundingan internasional semakin kompleks.