Periskop.id - PT Jasa Marga menyatakan, penerapan diskon tarif tol sebesar 30%, dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung diyakini akan mengurangi volume kendaraan pada puncak arus mudik 18 Maret 2026.
Vice President Corporate Secretary&Legal PT Jasa Marga Transjawa Tol Ria Marlinda Paalo di kutip Senin (16/3) mengatakan, penerapan diskon tarif akan mendorong pemudik untuk berangkat lebih awal sebelum puncak arus mudik.
"Ini memang merupakan strategi manajemen lalu lintas kami untuk disampaikan kepada semua pengguna jalan, untuk dapat memilih waktu-waktu potongan tarif tersebut sehingga mengurai puncak arus mudik yang cukup padat nantinya," ucap Ria
Terbukti, volume kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama pada 14 Maret 2025 telah menembus 60 ribu kendaraan.
"Kami catat sudah 60 ribu kendaraan per tanggal 15 Maret 2026. Jadi dari sif satu sampai sif tiga. Berarti ini sudah menunjukkan bahwa memang antusiasme pengguna jalan sudah cukup baik untuk dapat mengikuti potongan tarif tol," tuturnya.
Untuk diketahui, PT Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol pada 15-16 Maret 2026 dalam rangka mendukung pelaksanaan mudik Lebaran 2026. Potongan tarif yang diberlakukan terdiri dari dua golongan. "Potongan tarif 30% untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung," imbuhnya.
Sementara di ruas Batang-Semarang, akan diterapkan potongan tarif yang berbeda, yaitu sekitar 46% bagi pengguna jalan yang melintas secara menerus melalui Gerbang Tol Kalikangkung.
PT Jasa Marga sendiri, telah membuka 19 gardu pada Gerbang Tol Cikampek Utama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada masa mudik Lebaran 2026.
"Gerbang Tol Cikampek Utama yang biasanya mengoperasikan 15 gardu, saat ini kami tingkatkan menjadi 19 gardu yang berfokus melayani kendaraan dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa," ujarnya.
Jam Favorit
Sebelumnya, PT Jasa Marga mengimbau para pemudik yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek untuk menghindari jam-jam favorit, saat berangkat ke kampung halaman.
"Biasanya untuk arus mudik itu orang pengguna jalan waktu favoritnya adalah di pagi hari, jam 6 sampai dengan jam 4 sore," kata Ria.
Karena itu, ia pun terus-menerus menghimbau supaya pemudik memilih waktu tempuh dengan menghindari waktu-waktu favorit. Mulai H-10 sampai H-7 Lebaran, kata Ria, Gerbang Tol Cikampek Utama telah dilintasi oleh 168 ribu kendaraan. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Untuk hari ini saja sampai selesai shif satu (pukul 04.30-12.30 WIB) itu 23 ribu kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama. Itu sudah 100 persen lebih di atas normal," tutur Ria.
Sebelumnya, sebanyak 23.610 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat dari arah Jakarta pada H-6 Lebaran, Minggu, mulai pukul 00.00-12.44 WIB.
Volume kendaraan tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan H-7 Lebaran, Sabtu (14/3) pada periode jam yang sama, yakni 20.665 kendaraan.
Terpantau, arus kendaraan terpantau ramai lancar, dengan didominasi oleh kendaraan minibus, bus hingga truk sumbu dua. Sementara truk sumbu tiga sudah jarang terlihat lantaran telah dibatasi melintas sejak pukul 12.00 WIB berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2026.
Di sejumlah gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama ke arah Palimanan (dari Jakarta) pun tidak terlihat penumpukan kendaraan. Adapun dari arah Palimanan ke Jakarta, Gerbang Tol Cikampek Utama telah dilintasi 8.093, hampir 1/3 volume kendaraan dari arah sebaliknya.
Tinggalkan Komentar
Komentar