Periskop.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan, kepadatan kendaraan yang terjadi di ruas Tol Mohamed Bin Zayed atau MBZ hanya bersifat sementara.
Saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3), ia mengatakan kepadatan itu biasanya disebabkan oleh kendaraan yang bermasalah seperti kehabisan oli, lalu kecelakaan ringan, sampai pemudik yang tidur di bahu jalan karena kelelahan.
Karena itu, ia meyakini, kepadatan ini bersifat sementara dan terus ditangani petugas. “Sifatnya hanya sementara. Setelah kami lakukan pelayanan, kami punya tim urai, kami datangi, kami bangunkan, dan kami lancarkan kembali. Jadi, hanya sementara saja karena memang kadang-kadang kondisi kendaraan pengguna jalan juga ada yang macet dan lain sebagainya,” katanya.
Ia pun mengimbau para pemudik yang akan berpergian untuk memastikan kondisi kendaraan serta mempersiapkan fisik sebelum mengemudi.
“Kesiapan daripada sopir atau pengemudinya, termasuk juga jam berapa anda menyopir, tiga jam harus berhenti. Berhenti di mana, di rest area mana, ini sudah kami informasikan dari awal,” ujarnya.
Berdasarkan akun media sosial X Jasa Marga @PTJASAMARGA yang dipantau ANTARA, tol MBZ dilaporkan padat. “12.05 WIB #Jalan_Layang_MBZ Tambun KM 19 - KM 21 arah Cikampek PADAT, kepadatan volume lalin. Tambun KM 22 - Cibitung KM 25 PADAT, kepadatan volume lalin (lalu lintas),” demikian isi unggahan Jasa Marga.
Selain itu, dari utas unggahan tersebut, Jasa Marga menyebut tol MBZ Cikarang Barat KM 29 - KM 30 arah Cikampek dan Cikarang Barat KM 33 - Cibatu KM 35 juga mengalami kepadatan karena volume lalin.
Adapun sebelumnya pada Senin (16/3), Jasa Marga mencatat volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol MBZ melonjak hingga 101%.
Tinggalkan Komentar
Komentar