periskop.id - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan kinerja operasional Perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih menantang, sekaligus menunjukkan kontribusi berkelanjutan dari berbagai proyek properti serta portofolio aset komersial yang dimiliki Perseroan.
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, bahwa kineja selama 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.
“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan,” jelas Justini Omas dalam keterangan resmi, Rabu (18/3).
Sepanjang tahun 2025, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar. Di segmen properti komersial, Perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.
APLN mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp1,36 triliun yang berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta pendapatan lainnya. Saat ini APLN memiliki dan mengoperasikan sejumlah hotel seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.
APLN mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan pada tahun 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.
Menurut Justini pada tahun 2025 nilai marketing sales tercatat sebesar Rp1,41 triliun yang berasal dari berbagai proyek unggulan yang dikembangkan di sejumlah kota di Indonesia.
Ke depan Perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya hunian dan kawasan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” tutup Justini.
Tinggalkan Komentar
Komentar