Periskop.id - Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan mencatat arus lalu lintas yang melintasi ruas jalan Tol Cipali pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3) pagi hingga malam, meningkat signifikan hingga mencapai 80%.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo, dalam keterangannya di Subang, Jabar, Rabu, menyampaikan, meski terjadi peningkatan, tapi arus lalu lintas di ruas jalan Tol Cipali dalam kondisi ramai lancar, walaupun terjadi perlambatan di beberapa titik ruas tol.

Berdasarkan data sepanjang Rabu pukul 00.00 WIB hingga 20.00 WIB, tercatat sekitar 108 ribu kendaraan telah melintasi ruas jalan Tol Cipali dari arah Jakarta menuju Cirebon. Ardam menyebutkan, volume lalu lintas itu meningkat hingga 80 persen jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya, dengan rata-rata volume mencapai sekitar 5,4 ribu kendaraan per jam.

Ia menyampaikan, sejumlah titik ruas jalan Tol Cipali yang tengah diterapkan one way ini mengalami perlambatan, karena banyak pengguna jalan yang berhenti untuk beristirahat di bahu jalan.

Atas hal tersebut, guna menghindari perlambatan arus serta menjaga keselamatan bersama, Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam kondisi darurat.

Seiring dengan kondisi perjalanan di malam hari, pengguna jalan juga diimbau untuk tidak memaksakan diri apabila mengantuk dan segera beristirahat di tempat yang aman.

Pengguna jalan disarankan untuk memanfaatkan rest area terdekat. Jika kapasitas parkir rest area penuh, pengguna jalan dapat keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat di luar jalan tol dan masuk kembali tanpa dikenai biaya tambahan.

Hal itu disampaikan karena sistem transaksi pada jaringan Tol Trans-Jawa menggunakan sistem tertutup. Sehingga tarif tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh perjalanan.

Contraflow
Sementara itu, arus lalu lintas di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) cukup padat pada H-3 Lebaran atau Rabu malam. Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas buka-tutup contraflow di ruas jalan tersebut.

VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Rabu, menyampaikan, contraflow diterapkan untuk mengupayakan kelancaran lalu lintas arus mudik periode libur Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

Disebutkan, rekayasa lalu lintas contraflow pada KM 36 sampai KM 70 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek diberlakukan secara situasional, dengan skema buka-tutup berdasarkan diskresi kepolisian. Sebelumnya contraflow pada segmen tersebut sempat ditutup sementara menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

Setelah melihat kondisi lalu lintas meningkat kembali, pihaknya kembali berlakukan lalu lintas contraflow KM 36 sampai KM 70 arah Cikampek, kembali dibuka pada pukul 20.51 WIB. Ia mengatakan, contraflow diterapkan atas diskresi pihak kepolisian, guna mendukung kelancaran arus kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa.

Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian serta instansi terkait dalam melakukan pengaturan lalu lintas, guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan pengguna jalan.

Jasamarga pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Termasuk memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.

Sementara selain contraflow, JTT juga mengoptimalkan penerapan rekayasa lalu lintas one way nasional seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik Lebaran.

Pada periode H-10 hingga H-4 (11–17 Maret 2026), tercatat sebanyak 387.451 kendaraan melintas menuju arah timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Volume lalu lintas tersebut meningkat signifikan sebesar 95,59 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 198.098 kendaraan.