Periskop.id - PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengelola Tol Tangerang- Merak (Tamer) menyebut, trafik volume lalu lintas yang melewati jalur Tol Tangerang-Merak (Tamer) pada periode arus mudik mulai H-9 hingga H-2 Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 1.324.710 kendaraan.
"Total arus lalu lintas yang melintas di ruas Tol Tangerang-Merak secara akumulasi sebanyak 1.324.710 kendaraan," ucap Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang-Merak PT MMS, Uswatun Hasanah di Tangerang, Banten, Jumat (20/3).
Menurutnya, angka perlintasan kendaraan pada periode itu mengalami peningkatan sekitar 7% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025. Peningkatan trafik volume kendaraan itu secara rata-rata lalu lintas harian mencapai 159.712 kendaraan.
"Ini lebih tinggi 7,0% dibandingkan periode yang sama pada saat Lebaran tahun lalu, atau turun 2,3% terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal," ujarnya.
Ia bilang, berdasarkan hitungan perlintasan di tiap masing-masing gerbang tol (GT) antara lain seperti di Tol Cikupa pada periode 11 hingga 18 Maret 2026 mencapai 350.148 kendaraan.
"Dengan lalu lintas harian 42.369 kendaraan, turun 17,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, atau lebih rendah 15,9% terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal," tuturnya.
Sementara itu, untuk arus lalu lintas keluar (Exit) di Gerbang Tol Merak menuju Pelabuhan Merak dan sekitarnya tercatat sebanyak 101.441 kendaraan telah melintas di ruas jalan tersebut.
"Dan khusus pada 18 Maret 2026, volume lalu lintas mencapai 14.809 kendaraan, turun 24,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, namun meningkat 62,4% dibandingkan dengan LHR normal," ungkapnya.
Dalam hal ini, MMS telah memproyeksikan untuk periode mudik Lebaran tahun ini akan ada sebanyak 3,5 juta kendaraan melintasi di ruas Tol Tangerang-Merak.
Dari 3,5 juta kendaraan tersebut, lanjutnya, meninggalkan Jabodetabek dengan tujuan ke Pulau Sumatra yang diprediksi terjadi peningkatan trafik, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni mencapai 3,4 juta.
"Jadi sekitar 2,5 sampai 2,8%-an lah, lebih tinggi dibandingkan volume lalin total di tahun 2025," serunya.
Sementara itu, kata dia, untuk puncak arus mudik Lebaran khususnya di jalur tol diprediksi terjadi pada 18-19 Maret 2026. Pada periode ini, trafik kendaraan mengalami peningkatan cukup signifikan.
"Kalau puncak arus mudik, kita memprediksi di tanggal 19 (Maret). Karena memang kalau melihat dari tren traffic yang menuju ke ruas Tangerang-Merak ini kan rata-rata ke Pelabuhan Merak," kata Uswatun.
Tambah Gardu Tol
Sebelumnya, MMS selaku pengelola Tol Tangerang- Merak (Tamer) menambah unit gardu layanan transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikupa Tangerang, Cilegon hingga Merak, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.
"Kita juga menambah gardu tandem dan mobile reader. Terfokus ada di tiga gerbang yaitu di Cikupa, Cilegon Timur, dan Merak," ungkap Uswatun.
Menurutnya, trafik peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat sejak 11 hingga 17 Maret ini. Karena itu, pihaknya melakukan beberapa penambahan sejumlah fasilitas pendukung hingga petugas layanan.
Ia bilang, untuk fokus utama dalam peningkatan fasilitas ini adalah layanan transaksi untuk mengantisipasi lonjakan antrean kendaraan masa mudik Lebaran. "Kalau untuk penambahan gate sendiri kita tidak ada penambahan gate ya, tapi yang ada penambahan gardu tandem," ucapnya.
Ia menyebut, penambahan unit gardu hingga mobile reader dilakukan saat situasi dan kondisi tertentu dengan tetap mengoptimalkan jumlah dari setiap gerbang itu sendiri. "Jadi sifatnya mobile dan digunakan pada saat kondisi-kondisi tertentu. Jadi kalau untuk jumlah gerbangnya sendiri dioptimalkan jumlah gerbang yang eksisting," ujarnya.
Selain peningkatan layanan transaksi, kata Uswatun, MMS juga akan melakukan peningkatan patroli lalu lintas hingga kesehatan.
Tinggalkan Komentar
Komentar