periskop.id - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, berkomitmen mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama kalangan mahasiswa. Pengawasan ketat ini bertujuan menjamin efektivitas dan efisiensi penyaluran program tersebut.
Ia menerima langsung perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Menurutnya, pelibatan elemen mahasiswa merupakan langkah penting dalam mengakomodasi aspirasi publik.
Dasco kemudian berdialog melalui sambungan telepon dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, di hadapan massa aksi. Ia meminta penjelasan detail terkait realisasi penghematan anggaran yang dilakukan BGN melalui penghentian operasional dapur pada hari libur.
"Hasil rapat kemarin (pada 16 Juli lalu) harus dijalankan. Dapur yang tidak berjalan optimal atau tidak bermanfaat harus ditutup, begitu juga pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu harus diefisiensikan," tegas Dasco di hadapan para perwakilan mahasiswa.
Dalam sambungan telepon itu, Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan langkah efisiensi yang diterapkan sejauh ini telah membuahkan hasil signifikan. Menurutnya, penghentian operasional di hari libur dan penataan program sukses menghemat anggaran hingga Rp46 triliun.
Adapun total penghematan diproyeksikan mencapai Rp70 triliun hingga akhir tahun ini. Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan akumulasi kebijakan efisiensi tambahan yang tengah dijalankan BGN.
Menanggapi laporan tersebut, Dasco mengingatkan bahwa pemerintah wajib memiliki komitmen tinggi dalam memperbaiki tata kelola anggaran.
Ia menyebutkan, DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dasco juga meminta BGN segera menertibkan dapur yang tidak memenuhi kebutuhan riil di lapangan. Ia menilai, langkah penyisiran penerima manfaat sangat krusial agar program tetap berjalan tepat sasaran.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kelebihan kapasitas dapur di lapangan berpotensi memicu pemborosan hingga Rp1 triliun setiap bulan. Penataan ulang dapur pun dinilai sebagai langkah mendesak untuk menjaga efisiensi anggaran.
Di hadapan perwakilan mahasiswa, ia menegaskan bahwa pengawasan DPR akan terus berjalan beriringan dengan perbaikan tata kelola pemerintah.
"Pengawasan DPR berjalan, sementara BGN juga bekerja keras melakukan efisiensi untuk menyelamatkan anggaran negara. Langkah-langkah perbaikan seperti ini harus terus dilanjutkan," pungkas Dasco.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar