Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berada di jalur yang tepat dalam menjalankan pembangunan nasional. Ia mengatakan penghapusan kemiskinan dan kelaparan menjadi prioritas utama yang terus diperjuangkan.

Prabowo menyampaikan pemerintah terus bekerja menjawab berbagai tantangan bangsa di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, sejumlah capaian telah diraih meski masih banyak agenda besar yang harus diselesaikan.

“Masalahnya masih lebih banyak. Cita-cita kita lebih besar. Pekerjaan kita masih banyak. Perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat sekarang apa yang kita sudah capai,” ujar Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Prabowo, salah satu pencapaian yang menonjol berada di sektor pangan. Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, serta mencatat nilai tukar petani tertinggi.

“Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI,” kata Presiden.

Selain pangan, Prabowo menjelaskan pemerintah juga mencatat kemajuan di sektor energi. Menurutnya, produksi B50 berbasis kelapa sawit menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Ia mengakui kebijakan tersebut sempat menghadapi berbagai tantangan dan penolakan. Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia harus mengandalkan kekuatan sendiri tanpa mudah terpengaruh tekanan dari berbagai pihak.

“Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini, pemimpinnya selalu ditakut-takuti. Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency, takut dengan itu,” ucap Presiden.

Menurut Prabowo, arah pembangunan pemerintah didasarkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menegaskan target utama yang dikejar adalah menghapus kemiskinan dan memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan.

“SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan. Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” tegas Presiden.

Prabowo menambahkan agenda pembangunan juga mencakup peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, penyediaan air bersih, energi bersih dan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, inovasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengurangan kesenjangan.

Di akhir arahannya, Presiden menegaskan pemerintah harus tetap percaya diri menjalankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Ia juga menilai praktik seperti illegal mining, perkebunan ilegal, illegal logging, penyelundupan, under-invoicing, dan transfer pricing harus diberantas karena termasuk tindak pidana yang merugikan negara.

“Jadi jangan ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional. Yang tidak rasional adalah tadi. Illegal mining, illegal kebun, illegal logging, penyerundupan, under-invoicing, transfer pricing. Itu adalah fraud, itu adalah pidana,” tegas Presiden.