Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto segera memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).
Proyek tersebut menjadi bagian dari percepatan transisi energi nasional berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Bahlil menjelaskan, rencana pembangunan PLTS skala besar itu telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7). Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah awal sebelum proyek tersebut memasuki tahap pembangunan.
"Kami juga membahas tentang implementasi PLTS 100GW yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pemerintah belum menetapkan lokasi maupun waktu pelaksanaan groundbreaking proyek PLTS 100 GW tersebut. Ia menilai persiapan teknis dan regulasi perlu dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
Bahlil menyampaikan, proyek PLTS 100 GW merupakan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional melalui pemanfaatan energi bersih. Pengembangan energi terbarukan itu disebut menjadi salah satu strategi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga sedang menyusun rancangan peraturan presiden (perpres) sebagai landasan percepatan proyek tersebut. Bahlil mengatakan regulasi diperlukan karena pembangunan infrastruktur listrik melibatkan banyak kementerian dan lembaga.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengatur berbagai aspek, mulai dari perizinan hingga kesiapan tata ruang. Pemerintah disebut terus melakukan sinkronisasi agar proyek dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi.
Sebagai tahap awal, Bahlil menjelaskan pemerintah akan mempercepat pembangunan PLTS dengan kapasitas 17 GW yang dilengkapi sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Tahap awal ini telah mendapat persetujuan untuk segera dilaksanakan.
"Jadi ini langsung sudah jalan PLTS dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan, nanti bapak presiden sendiri yang insyaallah dalam rencananya akan meresmikan," jelas Bahlil.
Bahlil menambahkan, Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah melakukan identifikasi sejumlah lahan di Pulau Jawa. Lahan tersebut nantinya akan diverifikasi untuk mendukung pembangunan proyek energi surya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GW dapat rampung dalam waktu dua tahun. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah besar Indonesia dalam meningkatkan pemanfaatan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Bahlil menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan implementasi proyek tersebut melalui kesiapan regulasi dan koordinasi antarinstansi.
"Pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat energi nasional," pungkas Bahlil.
Tinggalkan Komentar
Komentar