iklan periskop
Nasional

Prabowo Ajak India Kembangkan PLTS dan Teknologi Nuklir

Presiden Prabowo mengajak India bermitra di sektor energi surya dan nuklir saat menerima kunjungan PM Modi di Istana Merdeka.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut ketibaan Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi di Tanah Air pada Senin, 6 Juli 2026 di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut ketibaan Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi di Tanah Air pada Senin, 6 Juli 2026 di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto oleh BPMI Setpres/Cahyo
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak India bermitra dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sekaligus berbagi kapasitas di bidang teknologi nuklir. Ajakan itu dilontarkan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India Narendra Modi.

Prabowo menyebut kolaborasi di sektor energi itu penting untuk memperkuat ketahanan pasokan energi bagi kedua negara. Kerja sama ekonomi turut masuk sebagai salah satu pilar utama agenda bilateral Indonesia-India.

"Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, juga saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir," ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Di sektor perdagangan, Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan nilai dagang bilateral secara signifikan. Upaya itu ditempuh melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement.

Indonesia juga mengajak India meninjau pembaruan perjanjian dagang kawasan, yakni ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Perjanjian itu melibatkan negara-negara Asia Tenggara sebagai pihak.

Kerja sama kedua negara tak berhenti di sektor energi dan dagang. Indonesia dan India juga akan memperdalam kolaborasi di bidang pengembangan kapasitas teknologi baru.

Dua bidang lain turut masuk dalam agenda perluasan kerja sama, yaitu penanggulangan kejahatan lintas negara dan pembangunan infrastruktur digital.

Pertemuan antara Prabowo dan Modi berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026). Modi hadir sebagai tamu dalam kunjungan bilateral ke Indonesia.

Usai pertemuan tertutup, kedua pemimpin menggelar keterangan pers bersama. Di sana, Prabowo secara khusus menyoroti pentingnya kerja sama energi sebagai respons terhadap dinamika situasi global.

Dari total agenda yang dibahas, ketahanan energi menjadi sektor yang paling eksplisit didorong Indonesia, mencakup dua jalur sekaligus yaitu energi terbarukan lewat PLTS dan alih teknologi di ranah nuklir.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Narendra Modi, Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.