Periskop.id – Pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380-800 milik Emirates, dijadwalkan mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (8/8).
Pesawat bernomor penerbangan EK358 itu akan melayani rute Dubai-Jakarta dan dijadwalkan tiba pada pukul 22.25 WIB dengan membawa sekitar 600 penumpang. Pesawat kemudian kembali menuju Dubai sebagai penerbangan EK359 pada Minggu (9/8) pukul 00.45 WIB.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan seluruh fasilitas dan prosedur operasional telah diperiksa untuk memastikan kedatangan pesawat berbadan sangat besar tersebut berlangsung aman dan lancar.
"Kehadiran Airbus A380-800 Emirates merupakan momentum penting bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami telah memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi bersama regulator, AirNav Indonesia, ground handling, serta seluruh pemangku kepentingan terkait berjalan optimal," kata Heru.
Pendaratan Perdana A380 di Bandara Soetta
Kedatangan tersebut akan menjadi pendaratan komersial perdana Airbus A380 di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, penerbangan itu bukan kedatangan pertama A380 di Indonesia.
Emirates lebih dahulu mengoperasikan penerbangan reguler A380 ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 1 Juni 2023. Penerbangan EK368 dari Dubai saat itu menjadi layanan terjadwal A380 pertama yang mendarat di Indonesia.
Dengan demikian, operasi pada 8 Agustus menjadi tonggak baru bagi Soekarno-Hatta sebagai gerbang utama penerbangan internasional Indonesia. Kedatangan A380 juga menunjukkan kemampuan bandara melayani pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code 4F atau Code F.
"Hal ini sekaligus menjadi wujud kepercayaan maskapai internasional terhadap kualitas infrastruktur dan layanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Heru.
Emirates saat ini mengoperasikan 14 penerbangan setiap pekan antara Dubai dan Jakarta. Waktu perjalanan Dubai-Jakarta sekitar delapan jam 35 menit, sedangkan perjalanan dari Jakarta menuju Dubai membutuhkan sekitar tujuh jam 45 menit.
Dua Landasan Pacu Siap Layani A380
Bandara Soekarno-Hatta mempunyai tiga landasan pacu. Dua di antaranya telah memenuhi persyaratan untuk melayani pesawat Code F, yakni landasan berukuran 3.660 meter kali 60 meter dan 3.600 meter kali 60 meter.
"Infrastruktur ini didukung jaringan parallel taxiway, apron, serta berbagai fasilitas terminal yang telah disiapkan untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar, termasuk Airbus A380-800," ujarnya.
Kekuatan perkerasan landasan dan apron juga telah diperiksa agar mampu menahan bobot A380. Runway 07R/25L memiliki nilai Pavement Classification Rating sebesar 1290/R/D/X/T, sedangkan Runway 07L/25R tercatat 1290/R/D/X/U.
A380 Emirates nantinya akan dilayani di Contact Stand G26 Terminal 3. Selain G26, Apron G juga mempunyai parking stand G29 dan G33 yang dapat digunakan untuk pesawat kategori Code F.
Fasilitas tersebut dilengkapi sistem pemandu parkir pesawat otomatis, garbarata, serta berbagai perangkat pendukung yang memenuhi standar pelayanan internasional.
Bandara juga menyediakan peralatan darat khusus, seperti kendaraan penarik A380, alat pengangkat kargo, konveyor bagasi, serta kereta pengangkut kontainer dan palet.
Penanganan Sekitar 600 Penumpang Disimulasikan
Persiapan tidak hanya dilakukan pada sisi landasan dan apron. InJourney Airports bersama Emirates, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan penyedia layanan darat telah menjalankan koordinasi, verifikasi, serta simulasi operasional.
Simulasi mencakup proses pendaratan, parkir pesawat, penurunan penumpang, pemeriksaan keimigrasian, penanganan bagasi, pengisian kebutuhan pesawat, hingga persiapan penerbangan kembali ke Dubai.
Langkah tersebut diperlukan karena jumlah penumpang A380 jauh lebih besar dibandingkan pesawat berbadan lebar pada umumnya. Arus penumpang harus diatur agar tidak menimbulkan antrean panjang di garbarata, pemeriksaan paspor, pengambilan bagasi, maupun layanan keberangkatan.
Airbus mencatat A380 memiliki panjang 72,7 meter dan bentang sayap sekitar 79,8 meter. Pesawat dua tingkat penuh itu dapat memuat maksimal 853 penumpang dalam konfigurasi seluruh kursi ekonomi, meski jumlah kursi sebenarnya bergantung pada konfigurasi setiap maskapai.
Sebagai perbandingan, A380 dua kelas Emirates yang melayani Bali mempunyai 58 kursi kelas bisnis dan 557 kursi ekonomi atau total 615 penumpang.
Perkuat Posisi Soetta sebagai Gerbang Internasional
Kehadiran A380 dinilai dapat memperkuat posisi Soekarno-Hatta dalam jaringan penerbangan jarak jauh. Bandara tersebut melayani 54,95 juta penumpang sepanjang 2025, naik 0,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pesawat berkapasitas besar memungkinkan maskapai mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu penerbangan, terutama pada rute dengan permintaan tinggi. Namun, operasionalnya membutuhkan kesiapan landasan, area parkir, garbarata, peralatan darat, dan pelayanan terminal yang berbeda dari pesawat biasa.
"Kehadiran Airbus A380-800 milik maskapai Emirates menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai gerbang utama Indonesia yang siap melayani penerbangan berstandar internasional," kata Heru.
Keterangan yang tersedia baru mencantumkan jadwal kedatangan pada 8 Agustus dan keberangkatan kembali pada 9 Agustus 2026. Belum disebutkan apakah Emirates selanjutnya akan mengoperasikan A380 secara reguler pada rute Dubai-Jakarta.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar