Periskop.id - Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah melayani sekitar 30 ribu jamaah calon haji 1447 Hijriah melalui layanan Makkah Route. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat proses kedatangan jamaah Indonesia di Arab Saudi.

Kepala Kantor Imigrasi Soetta Galih Priya Kartika Perdhana mengatakan, layanan tersebut memungkinkan seluruh proses pemeriksaan paspor dan visa dilakukan langsung di Indonesia sebelum jamaah berangkat menuju Tanah Suci.

"Untuk Bandara Soekarno-Hatta sendiri, kita terjadwalkan untuk menyelesaikan sekitar 35.285 (jamaah calon haji) dan saat ini baru 30 ribu yang telah dilakukan clearance-nya (pemeriksaan)," kata Galih di Tangerang, Banten, Minggu (17/5). 

Bandara Soetta sendiri melayani keberangkatan jamaah haji dari tiga embarkasi utama, yakni Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Melalui sistem Makkah Route, jamaah tidak lagi menjalani proses pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi yang ditempatkan di Bandara Soetta.

Galih menjelaskan terdapat 10 konter Makkah Route yang dioperasikan khusus selama musim haji 2026. Sebanyak 43 petugas imigrasi Arab Saudi diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dokumen jamaah secara langsung, dibantu 40 petugas dari Imigrasi Soetta.

"Harapannya, pertama, negara hadir; yang kedua, memberikan efisiensi proses dan jamaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance nanti di Arab Saudi," ujarnya.

Dianggap Sudah Memasuki Arab Saudi
Ia menambahkan, setelah proses pemeriksaan selesai di Indonesia, jamaah secara hukum sudah dianggap memasuki wilayah Arab Saudi. "Once (begitu) sudah di-clearance (diperiksa dokumen keimigrasiannya), itu by law, de jure (menurut hukum) sudah masuk wilayah Arab Saudi,” ucapnya. 

Program Makkah Route menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk meningkatkan pelayanan haji. Selain Bandara Soekarno-Hatta, layanan tersebut juga tersedia di Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Khusus Makassar, layanan Makkah Route baru mulai diterapkan pada musim haji 2026. Penambahan embarkasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi antrean pemeriksaan dan mempercepat mobilitas jamaah asal Indonesia timur.

Kementerian Agama sebelumnya mencatat Indonesia kembali menjadi negara dengan kuota haji terbesar di dunia pada 2026, dengan total lebih dari 241 ribu jamaah. Tingginya jumlah keberangkatan membuat optimalisasi layanan imigrasi dan transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Selain mempercepat proses kedatangan di Arab Saudi, layanan Makkah Route juga dinilai membantu jamaah lanjut usia, karena mengurangi antrean panjang pemeriksaan imigrasi setelah penerbangan jarak jauh. Pemerintah berharap penerapan sistem tersebut dapat meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan haji Indonesia di tingkat internasional.