periskop.id – Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Iman Brotoseno menjelaskan kebijakan penyelenggaraan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 akan membedakan perlakuan lisensi antara Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan tempat komersial berskala besar.
“Holywings pasti beda dengan KFC... tapi yang saya pastikan untuk warung UMKM semua gratis,” tegas Iman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (29/1).
Iman menekankan kebijakan pembebasan biaya bagi warung kecil bertujuan mendukung ekonomi kerakyatan. Pihaknya tidak ingin membebani pedagang kecil yang ingin memanfaatkan momen pesta bola dunia untuk mencari rezeki.
Meskipun gratis, TVRI tetap mewajibkan seluruh penyelenggara nobar melakukan pendaftaran. Proses registrasi akan dibuka melalui situs web resmi yang disiapkan khusus untuk event akbar tersebut.
Iman menggarisbawahi fungsi registrasi bagi UMKM hanyalah sebatas pendataan administratif. Hal ini penting agar TVRI memiliki data valid mengenai titik-titik keramaian masyarakat selama turnamen berlangsung.
“Jadi kalaupun hanya registrasi itu hanya pendataan saja. Kita tidak mau mengulangi penyelenggaraan beberapa tahun lalu ada warung di Sumatera Utara disuh (dituntut) oleh TV swasta,” jelasnya.
Berbeda dengan UMKM, tempat usaha komersial seperti hotel, restoran mewah, dan lounge eksklusif akan dikenakan biaya lisensi. TVRI akan menerapkan mekanisme kurasi ketat untuk menentukan kategori tempat usaha tersebut.
Tim khusus akan menilai kelayakan sebuah tempat usaha berdasarkan omzet dan skala bisnisnya. Jika masuk kategori komersial dan mampu secara finansial, mereka wajib membeli hak siar publik.
“Tentu saja nanti juga ada kriterianya. Nanti Holywings pasti lebih mahal nih, tapi kalau KFC mungkin lebih murah,” tambah Iman memberikan ilustrasi.
Langkah ini diambil untuk menjaga keadilan bisnis sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan negara dari hak siar. Pemasukan dari sektor komersial ini nantinya digunakan untuk menutup biaya operasional penyiaran yang cukup besar.
TVRI berharap aturan main yang jelas ini dapat dipatuhi semua pihak. Euforia Piala Dunia harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa rasa takut terkena sanksi hukum, terutama bagi rakyat kecil.
Tinggalkan Komentar
Komentar