periskop.id – Anggota Komisi VII DPR RI meminta Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI memperjelas mekanisme dan alokasi teknis penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di daerah pemilihan (dapil) masing-masing agar euforia pesta bola dapat dirasakan merata oleh konstituen.
“Mungkin teknis perlu diperjelas misalnya mungkin ada bisa berapa titik yang bisa diselenggarakan di dapil anggota,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Jefry Romdonny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (29/1).
Permintaan tersebut muncul di tengah pembahasan persiapan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi. Para legislator menilai pelibatan anggota dewan dalam penyelenggaraan nobar sangat strategis untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok yang mungkin kesulitan akses.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay turut mempertegas aspirasi anggotanya. Ia menilai formulasi kerja sama antara TVRI dan anggota dewan dalam menggelar nobar belum tergambar jelas dalam paparan direksi.
Saleh mengingatkan waktu persiapan yang tersisa kurang dari lima bulan. Kejelasan titik lokasi dan dukungan teknis sangat mendesak agar anggota dewan bisa segera menyosialisasikan agenda ini ke masyarakat.
Senada dengan Jefry, Anggota Komisi VII Rico Sia juga mendorong TVRI memberikan akses bagi anggota dewan untuk memeriahkan acara di dapil. Ia mencontohkan daerah Papua Barat Daya yang minim hiburan, sehingga nobar bisa menjadi sarana efektif.
“Apakah terkait dengan dapil kita masing-masing untuk mengajak memeriahkan ini, mengajak teman-teman anggota di dapilnya masing-masing untuk bikin broadcasting itu sendiri,” tanya Rico.
Aspirasi serupa datang dari legislator asal Jawa Tengah, Eva Monalisa. Ia mengusulkan pemetaan wilayah nobar dilakukan sejak dini, bahkan jika memungkinkan melibatkan ikon sepak bola lokal seperti Pratama Arhan untuk menarik minat warga.
Merespons desakan tersebut, Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno menyambut positif usulan para wakil rakyat. Ia berjanji akan segera menyiapkan tim khusus untuk menindaklanjuti permintaan teknis di lapangan.
Iman menegaskan TVRI akan memberikan akses seluas-luasnya bagi anggota Komisi VII. Pihaknya siap menyediakan tiket khusus atau mekanisme koordinasi agar nobar di dapil dapat terlaksana dengan lancar.
“Nanti kami akan memberikan PIC (Person in Charge) dari TVRI untuk bisa berkomunikasi dengan Bapak Ibu dalam terkait penyelenggaraan nobar di wilayah dapil masing-masing,” jawab Iman.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar hiburan. Nobar di dapil ditargetkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Tinggalkan Komentar
Komentar