periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 15 Juni 2026 berpotensi mempertahankan posisinya di atas 6.000. Pagi ini, IHSG dibuka menguat 1,85 persen ke level 6.118,73.
Secara teknikal, MACD membentuk Golden Cross sehingga terjadi pembentukan histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi terjadi Death Cross. Diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level MA20.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA20, sehingga berpotensi bergerak pada support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 pada pekan ini,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Senin (15/6).
Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati antara lain AMMN, CUAN, RATU, KETR, ESSA dan MBMA.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 6,007.66 atau naik 2,07% pada perdagangan Jumat (12/6) pekan lalu. Faktor positif eksternal yang mendorong penguatan IHSG diantaranya ekspektasi akan kesepakatan damai AS-Iran dan koreksi harga minyak mentah di bawah US$90/barel.
“Selain itu beberapa sentimen positif dari domestik diantaranya adanya pernyataan dari Pemerintah yang akan melakukan efisiensi anggaran MBG dan menurunkan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50%,” tulis riset yang sama.
Bersamaan degan itu, rupiah ditutup menguat 0.72% pada level Rp17,860 per dolar AS di pasar spot. Sementara itu sector basic materials membukukan kenaikan terbesar yakni 4,85% Pada pekan ini, investor akan menantikan hasil RDG Bank Indonesia (18/6) yang menurut konsensus akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
Di sisi lain, indeks di Wall Street ditutup menguat pada Jumat (12/6) dan secara mingguan. Kenaikan saham SpaceX pada hari pertama listing menjadi sentimen positif, selain ekspektasi akan segera tercapainya kesepakatan damai AS-Iran. PM Pakistan mengatakan kesepakatan AS-Iran telah tercapai dan Pakistan mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai, diikuti oleh pembicaraan tingkat teknis setelahnya.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa draf nota kesepahaman AS-Iran mencakup komitmen dari AS untuk mencabut sanksi minyak, serta komitmen dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan perdamaian dikabarkan ditandatangani di Swiss paling cepat hari Minggu.
Sinyal AS dan Iran sedang menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik akan membuat investor mencermati prospek pasokan energi dari Timur Tengah. Harga minyak mulai turun di bawah level US$90/barel pada akhir pekan lalu. Investor juga mencermati the Fed dalam memutuskan suku bunga pada pertemuan pertama Chairman the Fed Kevin Warsh (17/6). Selain itu, BoE (18/6), BoJ (16/6) dan RBA (16/6) juga akan menetapkan suku bunga.
Koreksi harga minyak dunia akan menjadi faktor positif bagi domestik, diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN. Selain itu adanya harapan efisiensi anggaran MBG serta diturunkannya target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50%. Investor menantikan Global Market Accessibility Review dari MSCI (19/6) dan rebalancing indeks FTSE (19/6).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar