periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan mengalami penurunan drastis hingga menyentuh level 5.000.

Purbaya menyebut pergerakan indeks saham saat ini telah mendekati titik batas bawah (support). Menurutnya, potensi pelemahan IHSG secara teknikal sudah sangat terbatas.

"Enggak (IHSG ke level 5000-an). Ya jadi kalau teknikal masih turun sedikit, tapi sudah dekat level bawahnya," ujar Purbaya melalui siaran langsung di platform TikTok, Senin (18/5).

Ia meminta para investor untuk tidak panik menghadapi dinamika pasar modal saat ini. Petinggi Kementerian Keuangan ini justru menyarankan pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga dengan mulai melakukan aksi beli secara bertahap.

"Kalau mau gambling serok bawah, bisa besok atau tunggu satu hingga dua hari. Ini IHSG trennya turun sudah mau habis, jadi jangan takut," tegas Purbaya.

Secara terpisah, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan IHSG masih akan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Senin (18/5). Ia menilai pergerakan negatif ini terjadi akibat imbas dari tekanan pelemahan nilai tukar rupiah.

Fanny memprediksi titik batas bawah (support) IHSG akan berada pada rentang 6.500 hingga 6.600. Ia memperkirakan titik batas atas (resistance) indeks saham akan tertahan pada level 6.780 hingga 6.850.

Dalam risetnya, analis BNI Sekuritas ini turut memberikan sejumlah rekomendasi teknikal bagi para investor. Ia menyarankan aksi beli spekulatif (speculative buy) untuk emiten ADRO di area 2.470-2.500, AKRA di rentang 1.400-1.440, serta ITMG di kisaran 23.750-23.950.

Fanny juga merekomendasikan strategi beli saat harga melemah (buy on weakness) untuk saham WIFI di area 2.200-2.250 dan saham SMDR pada rentang 318-322.