periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merha pada perdagangan hari ini, Senin (18/5). IHSG ditutup melemah di level 6,599.24 atau turun 1,85%.
“Melemahnya mayoritas indeks di bursa global dan berlanjutnya depresiasi Rupiah menjadi faktor negatif bagi pergerakan IHSG, di tengah minimnya sentimen positif," ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Senin (18/5).
Rupiah ditutup melemah 0,4% di level Rp17.668 per dolar AS yang merupakan rekor penutupan paling rendah sepanjang sejarah (18/5). Tekanan terhadap Rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan di hari Selasa-Rabu pekan ini (19-20/5).
Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham saham yang mendominasi penguatan diantaranya ASII, ITMG, TLKM, MEDC, CPIN. Sedangkan saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya CUAN, HRTA, ANTM, DEWA, INCO.
Sepanjang perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya DYAN, BLUE, BPTR, SMKL, GSMF. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya DSSA, TPIA, APIC, KONI, WBSA.
Sementara, Bursa Asia didominasi pelemahan seiring investor tetap mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tanpa adanya tanda-tanda kemajuan penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperkeras retorikanya dengan mendesak Iran agar “segera bergerak cepat” menuju kesepakatan damai. Trump memperingatkan bahwa “waktu terus berjalan” dan “tidak akan ada yang tersisa” jika tindakan tidak segera diambil, seraya menegaskan bahwa “waktu sangat krusial”.
Di dalam negeri, IHSG melemah seiring pelaku pasar yang cenderung menahan transaksi menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini. Pasar memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga acuan dari 4,75% menjadi 5% sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus tertekan sejak April dan kini berada di atas Rp17.650 per dolar AS.
“Rapat BI pekan ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga dari 4,75% menjadi 5% guna menopang nilai tukar rupiah yang sejak April terus mencetak rekor terendah dan kini berada di atas Rp17.650 per dolar AS,” tulsi riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang dengan menyatakan bahwa warga desa tidak menggunakan dolar AS, sedangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar