Periskop.id - Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia tercatat mencapai 15,39 juta orang.
Capaian ini merupakan prestasi tersendiri karena menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,80% jika dibandingkan dengan total kunjungan pada tahun 2024 yang berjumlah 13,89 juta orang.
Data menunjukkan bahwa antusiasme turis asing untuk berkunjung ke nusantara mencapai puncaknya pada bulan Agustus.
Pada bulan tersebut, arus kedatangan wisman menyentuh angka 1,5 juta orang dalam satu bulan saja, yang kemungkinan didorong oleh musim libur musim panas di belahan bumi utara serta berbagai festival budaya nasional.
Dalam hal aksesibilitas, pintu masuk udara masih memegang peranan vital dalam menyerap kedatangan turis internasional. Dua bandara internasional utama di Indonesia tetap menjadi titik masuk paling sibuk sebagai berikut:
- Bandara I Gusti Ngurah Rai: Menjadi pintu masuk nomor satu dengan total kedatangan mencapai 6,91 juta orang. Angka ini menegaskan posisi Bali sebagai magnet pariwisata utama Indonesia.
- Bandara Soekarno-Hatta: Berada di posisi kedua dengan total 2,76 juta kunjungan wisman, yang mencerminkan tingginya aktivitas transit internasional melalui ibu kota.
Dilihat dari asal negaranya, wisatawan dari negara tetangga dan wilayah regional masih mendominasi komposisi turis di Indonesia. Berikut adalah lima besar negara asal wisman terbanyak sepanjang tahun 2025:
| Negara | Total Kunjungan | Persentase |
|---|---|---|
| Malaysia | 2,63 Juta | 17,11% |
| Australia | 1,75 Juta | 11,40% |
| Singapura | 1,53 Juta | 9,93% |
| Tiongkok | 1,34 Juta | 8,72% |
| Timor Leste | 1,01 Juta | 6,54% |
Dominasi Malaysia dan Singapura menunjukkan eratnya hubungan konektivitas di wilayah Asia Tenggara, sementara Australia tetap menjadi pasar tradisional paling loyal bagi destinasi wisata seperti Bali.
Meskipun Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang positif secara internal, namun secara kompetisi di kawasan ASEAN, posisi Indonesia masih menghadapi tantangan berat.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah kunjungan wisman Indonesia masih berada di peringkat kelima di bawah Malaysia, Tailan, Vietnam, dan Singapura.
Melansir berbagai sumber, berikut adalah perbandingan jumlah kunjungan wisman di kawasan ASEAN tahun 2025:
| Negara | Jumlah Wisman (Juta) |
| Malaysia | 42,20 |
| Tailan | 32,97 |
| Vietnam | 21,17 |
| Singapura | 16,90 |
| Indonesia | 15,39 |
| Filipina | 6,48 |
Ketertinggalan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk terus berbenah, terutama dalam hal strategi pemasaran, kemudahan akses visa, serta pengembangan destinasi di luar Bali agar Indonesia bisa tampil lebih kompetitif dan menarik lebih banyak pelancong di masa depan.
Tinggalkan Komentar
Komentar