iklan periskop
Ekonomi

BPS Klaim Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025

BPS memastikan aktivitas ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terekam dalam PDB 2025. Sektor penyediaan makan minum terdongkrak signifikan, mendorong industri pengolahan...

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
MBG, Makan Bergizi Gratis, MBG Sekolah Dasar
Siswa mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di SDN Pejaten Barat 1 Pagi, Jakarta, Jumat (10/3/2025). Foto oleh Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id — Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim seluruh aktivitas ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terekam dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang 2025. Program andalan pemerintah ini diklaim memberikan dampak nyata pada sisi pengeluaran maupun lapangan usaha, khususnya penyediaan pangan.

"Dalam mencatat pertumbuhan ekonomi tentunya seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia dicatat oleh BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis," ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).

BPS mencatat program tersebut memacu pergerakan ekonomi riil secara langsung. Aktivitas produksi dan konsumsi yang timbul dari kebijakan ini masuk dalam kalkulasi pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi suplai maupun permintaan.

Amalia menjelaskan dampak paling signifikan terlihat pada sektor penyediaan makanan dan minuman. Program ini menciptakan rantai pasok yang hidup dan memberikan multiplier effect di tingkat produsen hingga penyedia jasa.

"Dari sisi lapangan usaha, program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor antara lain untuk penyediaan makanan minuman dan ini terekam dalam data pertumbuhan ekonomi kami," jelasnya.

Data BPS memperlihatkan industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Secara spesifik, industri makanan dan minuman tumbuh impresif sebesar 6,39% sepanjang 2025.

Pertumbuhan sektor tersebut didorong oleh peningkatan produksi beras dan minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya. Kapasitas produksi industri makanan juga terjaga stabil untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat, termasuk dari program pemerintah.

Secara akumulatif, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berhasil tumbuh 5,11%. Angka ini didukung oleh kinerja triwulan IV-2025 yang mencatatkan pertumbuhan 5,39% secara tahunan (year on year).

Capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir 2025 tersebut tercatat sebagai rekor tertinggi pascapandemi COVID-19. Selain program pemerintah, mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun turut menjadi katalisator pertumbuhan ini.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar distribusi PDB dengan porsi 53,63%. Daya beli masyarakat yang terjaga memungkinkan penyerapan produk dari program-program strategis pemerintah berjalan optimal.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Pusat Statistik (BPS), Pertumbuhan Ekonomi, dan Amalia Adininggar Widyasanti dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.