Periskop.id - Sektor pariwisata di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, mencatatkan performa gemilang pada awal tahun 2026. Wilayah ini dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan asal India, yang didorong oleh perubahan tren perjalanan global dan meningkatnya daya tarik destinasi berbasis aktivitas.
Melansir laporan Travel Trends Today pada Senin (23/3), Pulau Bintan mencatat pertumbuhan sebesar 40 persen pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan Januari 2026. Angka ini mencerminkan tren positif perjalanan kuartal pertama (Q1) dari pasar India yang terus menguat.
Pertumbuhan Drastis dan Kesadaran Pasar
Data menunjukkan bahwa kenaikan kunjungan wisatawan India pada Februari 2026 mencapai sekitar 94% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Peningkatan yang hampir mencapai dua kali lipat ini menunjukkan adanya kenaikan signifikan, baik dari sisi tingkat kesadaran (awareness) maupun permintaan pasar India terhadap destinasi di Kepulauan Riau tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran VFS Global yang mewakili Pulau Bintan di India. Mereka secara aktif mempromosikan destinasi ini di berbagai kota utama di India guna memperkenalkan produk wisata serta menghadirkan akses yang lebih mudah melalui kolaborasi dengan mitra dan kanal distribusi yang tepat.
Tren Liburan Singkat Dua Negara
Salah satu faktor kunci di balik lonjakan ini adalah strategi integrasi paket perjalanan. Menjelang musim liburan sepanjang tahun 2026, Bintan semakin sering dimasukkan sebagai destinasi tambahan dalam paket perjalanan ke Singapura yang ditawarkan oleh berbagai agen perjalanan.
Skema ini memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi dua negara, yaitu Singapura dan Indonesia, dalam satu rangkaian perjalanan.
Strategi tersebut sangat sejalan dengan preferensi wisatawan India saat ini yang cenderung menyukai liburan berdurasi singkat namun mencakup beberapa destinasi sekaligus dalam satu waktu.
Pergeseran Minat ke Wisata Berbasis Pengalaman
Selain faktor aksesibilitas, perubahan perilaku wisatawan India juga menjadi pendorong utama. Wisatawan kini lebih memilih perjalanan yang direncanakan berdasarkan minat khusus, seperti kebugaran, kesejahteraan (wellness), dan aktivitas luar ruangan, dibandingkan sekadar liburan santai biasa.
Abdul Wahab, Chief Operating Officer Bintan Resorts, menjelaskan bahwa minat perjalanan wisatawan India kini telah bergeser menjadi lebih spesifik.
“Minat perjalanan wisatawan India kini semakin berbasis momen dan pengalaman, dengan perjalanan yang direncanakan berdasarkan minat tertentu seperti kebugaran, wellness, dan aktivitas luar ruang, bukan sekadar liburan biasa,” ungkapnya.
Pergeseran ini juga berdampak pada frekuensi perjalanan yang dilakukan oleh para pelancong dari negara tersebut.
“Hal ini juga tercermin dari meningkatnya perjalanan internasional berdurasi singkat yang dilakukan berulang,” tambah Abdul.
Ia kemudian merinci bahwa fenomena ini didukung oleh berbagai data industri yang menunjukkan peningkatan intensitas perjalanan per tahunnya.
“Berbagai laporan industri menunjukkan bahwa wisatawan India kini melakukan 2–3 perjalanan internasional per tahun, sering kali disesuaikan dengan long weekend dan pengalaman musiman,” kata Abdul.
Kalender Event sebagai Magnet Wisatawan
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, Bintan terus mengembangkan kalender acara (event) unggulan yang terstruktur. Kehadiran acara olahraga dan budaya berskala internasional menjadi alasan kuat bagi turis untuk berkunjung di luar sekadar menikmati pemandangan pantai.
Ajang populer seperti Bintan Marathon dan Bintan Regatta tidak hanya terbukti efektif menarik segmen pasar khusus, tetapi juga sukses mendorong durasi tinggal (length of stay) yang lebih lama bagi para wisatawan serta meningkatkan angka kunjungan berulang (repeaters).
Dengan kombinasi antara wisata pengalaman dan manajemen acara yang baik, Bintan optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai destinasi favorit bagi pasar internasional, khususnya dari India, sepanjang tahun 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar