JARR Bantah Terlibat Akuisisi Saham Bayan Resources oleh Jhonlin Baratama
Jhonlin Agro Raya pastikan tidak ada dana atau aset perusahaan yang dipakai dalam rencana akuisisi saham Bayan Resources oleh Jhonlin Baratama.

Periskop.id - PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menegaskan tidak ikut serta dalam rencana pembelian saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama. Penegasan ini disampaikan menyusul kabar bahwa kedua perusahaan sama-sama dikendalikan oleh satu sosok, yakni Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
Direktur Utama JARR Indra Irawan memaparkan, tidak ada hubungan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung antara JARR dengan Jhonlin Baratama. Ia mengakui keduanya memang berafiliasi karena berada di bawah pengendali utama yang sama, namun hal itu tidak lantas membuat JARR ikut dalam transaksi akuisisi tersebut.
"JARR tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rencana pembelian atau akuisisi saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama," jelas Indra dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (24/9).
Indra menerangkan, seluruh proses pembelian saham BYAN sepenuhnya menjadi aksi korporasi Jhonlin Baratama. Menurutnya, transaksi tersebut terpisah dari kegiatan operasional JARR sebagai perusahaan terbuka.
"Tidak terdapat penggunaan aset, fasilitas, sumber daya, maupun bentuk dukungan lainnya milik JARR yang digunakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rangka transaksi tersebut," kata Indra.
Ia juga menegaskan, JARR tidak menyediakan pendanaan, pinjaman, maupun fasilitas pembiayaan apa pun kepada Jhonlin Baratama untuk mendukung rencana akuisisi tersebut. Klaim ini sekaligus menjawab spekulasi soal keterlibatan finansial JARR dalam deal tersebut.
Rencana akuisisi ini bermula dari perjanjian jual beli saham bersyarat yang diteken Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan Jhonlin Baratama pada 16 September 2026. Melalui perjanjian tersebut, Low Tuck Kwong dan putrinya akan melepas 10 miliar saham biasa BYAN.
Low Tuck Kwong tercatat menguasai sekitar 40% saham BYAN, sementara Elaine memegang sekitar 22%. Total kepemilikan keluarga Low yang jadi sasaran tawaran mencapai sekitar 62% saham perusahaan tambang batu bara tersebut.
Bloomberg melaporkan, Haji Isam bakal menguasai seluruh saham milik Low Tuck Kwong dan Elaine usai transaksi rampung. Artinya, Jhonlin akan menjadi pengendali baru BYAN menggantikan keluarga Low.
Nilai tawaran akuisisi ini diperkirakan mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp52,6 triliun, meski keterbukaan informasi yang dirilis pada 16 September 2026 belum mencantumkan nilai pasti transaksi. Angka tersebut mencerminkan diskon sekitar 80% dibanding kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$26 miliar.
"Seluruh kegiatan operasional dan kinerja keuangan JARR tetap berjalan secara normal, optimal dan independen sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan," ujar Indra.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), Haji Isam, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.