Periskop.id - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan pendanaan pendidikan berkelanjutan.
Hingga penghujung tahun 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan peran krusialnya dalam mendukung kualitas sumber daya manusia melalui skema dana abadi yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam acara Konferensi Pers APBN Kita Edisi Januari 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, Kementerian Keuangan memaparkan capaian signifikan terkait realisasi anggaran pendidikan.
Tercatat hingga 31 Desember 2025, kontribusi APBN melalui program LPDP telah terealisasi sebesar Rp26,7 triliun. Angka ini merupakan bagian dari pengelolaan total dana abadi atau endowment fund yang kini telah menyentuh jumlah fantastis sebesar Rp180,8 triliun.
Pemanfaatan Dana untuk Berbagai Sektor
Dana abadi yang terkumpul tersebut tidak hanya diam sebagai cadangan, melainkan diputar untuk membiayai empat pilar utama pembangunan sumber daya manusia dan kebudayaan, dengan rincian sebagai berikut:
- Beasiswa Pendidikan
Dana sebesar Rp49,47 triliun secara akumulatif telah disalurkan untuk memberikan beasiswa kepada 680.192 orang.
Program ini mencakup pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri bagi putra-putri terbaik bangsa. - Pendanaan Riset
Sebanyak 3.707 proyek penelitian telah mendapatkan dukungan pendanaan dengan total nilai mencapai Rp3,6 triliun.
Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan penemuan baru di berbagai bidang ilmu pengetahuan. - Dukungan Perguruan Tinggi
Pemerintah telah menyalurkan akumulasi dana sebesar Rp1,6 triliun kepada 23 perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) untuk meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi di Indonesia. - Sektor Kebudayaan
Bidang kebudayaan juga mendapatkan perhatian dengan penyaluran dana hibah sebesar Rp839,8 miliar yang diberikan kepada 3.451 penerima hibah di seluruh Indonesia.
Profil dan Persebaran Alumni Awardee
Hingga saat ini, jumlah alumni penerima beasiswa atau awardee LPDP tercatat mencapai 32.275 orang.
Sebagian besar alumni, yaitu sebesar 68%, memilih untuk mengabdi di sektor publik. Mereka berkarier sebagai akademisi, peneliti di instansi pemerintahan, serta bekerja di berbagai lembaga dan kementerian negara.
Sementara itu, 32% sisanya berkiprah di sektor privat, yang mencakup Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perusahaan swasta, wirausaha, hingga sektor sosial dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Tinggalkan Komentar
Komentar