periskop.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana pemerintah segera membuka fakultas kedokteran dan teknik yang digratiskan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk anak pemulung dan pekerja informal lainnya.
"Rencana saya, kampus-kampus kedokteran, teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia. Mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara," ujar Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Langkah strategis ini diambil guna memotong rantai kemiskinan ekstrem secara struktural. Pemerintah berambisi memastikan akses pendidikan tinggi berkualitas tidak lagi menjadi privilese kalangan mampu, melainkan hak yang bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat paling bawah.
Kepala Negara memiliki visi spesifik terkait transformasi sosial ini. Ia tidak ingin latar belakang ekonomi orang tua menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk meraih profesi bergengsi dan berdampak besar bagi bangsa.
"Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha. Itu cita-cita saya, saya akan bangga melihat itu," tegas mantan Danjen Kopassus.
Pembukaan fakultas kedokteran gratis ini sekaligus menjadi solusi atas defisit tenaga medis nasional. Indonesia tercatat masih kekurangan ratusan ribu dokter umum maupun dokter gigi untuk melayani kebutuhan kesehatan rakyat hingga ke pelosok daerah.
Anggaran pendidikan dinilai akan mencukupi apabila kebocoran dana negara akibat praktik korupsi berhasil dihentikan. Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara agar alokasinya bisa dimaksimalkan untuk membangun sekolah dan kampus-kampus baru.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan pesan emosional kepada para siswa. Ia meminta anak-anak tidak minder dengan pekerjaan orang tua mereka, selama pekerjaan tersebut halal dan dilakukan dengan kerja keras.
"Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat, daripada mereka yang pinter-pinter tapi mencuri uang rakyat," ucapnya disambut tepuk tangan riuh.
Pendidikan gratis di level universitas ini akan menjadi kelanjutan dari program Sekolah Rakyat yang menyasar siswa SD hingga SMA. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 untuk menampung anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 atau kategori miskin ekstrem.
Tinggalkan Komentar
Komentar