periskop.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, resmi meluncurkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SMPN 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Aturan ini hadir sebagai langkah strategis untuk menekan angka kekerasan di sekolah dengan melibatkan empat pusat pendidikan: keluarga, sekolah, masyarakat, dan media.
“Kekerasan itu tidak hanya berupa kekerasan fisik, tidak hanya kekerasan yang bersifat jasmani saja. Tapi, kami menyaksikan adanya kekerasan sosial, kekerasan spiritual, dan banyak sekali kekerasan di dunia digital,” ujar Mu'ti dikutip dari Antara, Senin (12/1).
Permendikdasmen ini juga menekankan pentingnya keamanan digital. Melalui penerapan etika berinteraksi di ruang digital, penguatan literasi digital, serta perlindungan data pribadi, warga sekolah diharapkan mampu menangkal hoaks, konten negatif, ancaman kekerasan, dan kejahatan siber.
Data UNICEF tahun 2024 menunjukkan bahwa 45% pelajar di Indonesia pernah mengalami perundungan atau kekerasan daring, sehingga regulasi ini dianggap relevan untuk menjawab tantangan zaman.
Selain itu, orang tua dan wali murid diminta berperan aktif dalam mendampingi anak di luar jam sekolah, termasuk aktivitas mereka di dunia digital. Peran keluarga sangat penting untuk memastikan anak-anak tetap aman, baik di lingkungan fisik maupun digital.
Jika terjadi pelanggaran keamanan atau kenyamanan, aturan ini mendorong sekolah, media, dan penyedia platform digital untuk melindungi identitas korban, pelaku, maupun saksi sesuai ketentuan hukum.
Pendekatan ini sejalan dengan hasil riset Komnas Perlindungan Anak yang mencatat bahwa publikasi sensasional terhadap kasus kekerasan anak sering kali memperburuk trauma korban.
Mu’ti juga mengingatkan agar pemberitaan mengedepankan perspektif pemulihan dan edukasi, bukan sensasi atau stigmatisasi.
“Mudah-mudahan dengan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, para murid dapat belajar dengan gembira, penuh sukacita dan dapat berprestasi sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing,” tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar